Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menyiapkan strategi tiga pilar untuk menjaga ketahanan fiskal daerah di tengah pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat. Langkah ini diambil agar seluruh layanan publik tetap berjalan optimal tanpa mengganggu prioritas pembangunan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (6/11/2025). Ia menegaskan bahwa meskipun Dana Bagi Hasil (DBH) mengalami pengurangan, Pemkab Sumbawa tetap berkomitmen menjaga stabilitas keuangan daerah.
“Pengurangan itu terjadi pada dana bagi hasil. Karena itu, kita harus melakukan pengendalian dan penyesuaian anggaran,” ujar Sekda.
Ia menjelaskan bahwa tiga pilar utama yang diterapkan Pemkab Sumbawa adalah memastikan anggaran pelayanan publik tetap aman, melakukan penyisiran terhadap anggaran penunjang, dan melakukan efisiensi pada kegiatan seremonial.
“Kita jadikan ini sebagai momentum untuk menata kembali prioritas anggaran agar lebih efisien dan produktif,” tegasnya.
Efisiensi dilakukan melalui pembatasan pengeluaran yang bersifat administratif, seperti makan minum kegiatan, perjalanan dinas, dan kegiatan seremonial. Menurut Sekda, kebijakan ini selaras dengan arahan pemerintah pusat agar belanja daerah lebih berorientasi pada hasil.
Ia menambahkan, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi agar kebijakan efisiensi berjalan efektif dan tidak mengganggu pelayanan publik.
“Kita ingin setiap kebijakan fiskal tetap sejalan dengan visi Sumbawa Maju, Unggul, dan Sejahtera” tutup Sekda.












Comment