Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa terus mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar di wilayah-wilayah yang memiliki potensi sumber air memadai. Upaya ini dilakukan meskipun jumlah pelaku budidaya ikan air tawar masih relatif sedikit dibandingkan dengan budidaya ikan air laut.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Kabupaten Sumbawa, Naeli Zakiyah, S.Pi., M.T, menyampaikan hal tersebut Selasa (25/11/2025) saat ditemui di kantornya. Ia menjelaskan bahwa masyarakat umumnya melakukan budidaya ikan air tawar secara terbatas atau sekadar mencoba-coba. “Kalau di Sumbawa, budidaya air tawar itu masih sedikit. Rata-rata masyarakat hanya mencoba-coba saja. Yang benar-benar fokus biasanya di daerah yang sumber airnya tersedia sepanjang tahun, seperti di Marente. Di sana memang banyak kolam budidaya dan mereka menjadikannya sebagai pekerjaan utama,” terangnya.
Naeli menyebutkan bahwa bagi masyarakat yang memiliki kolam tanah atau kolam terpal dan ingin mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar, DKP memberikan dukungan berupa bantuan benih dan pakan. “Kalau kelompoknya punya kolam tanah, bisa kami bantu dengan benih dan pakan. Sekarang juga banyak yang mulai menggunakan kolam terpal, dan itu tetap bisa dibantu dengan fasilitas yang sama,” ujarnya.
Menurutnya, faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya air tawar adalah ketersediaan sumber air yang cukup. Selain itu, akses terhadap infrastruktur pendukung seperti listrik juga menjadi aspek penting, terutama bagi pembudidaya yang menggunakan kolam terpal dan memerlukan peralatan tambahan. “Yang utama itu air. Kalau tidak ada air, tidak bisa kita pelihara ikan. Jadi yang penting airnya dulu ada. Kalau lahannya dekat dengan sumber air dan akses jalannya mudah, baru bisa dikembangkan. Untuk kolam terpal, biasanya perlu listrik untuk aerator, jadi ketersediaan listrik juga penting,” jelasnya.
Dengan memperhatikan kondisi sumber daya alam dan infrastruktur, DKP Kabupaten Sumbawa berupaya memastikan agar bantuan dan pembinaan yang diberikan tepat sasaran. “Kami ingin masyarakat yang benar-benar memiliki potensi bisa mengembangkan budidaya air tawar secara berkelanjutan,” pungkas Naeli.












Comment