Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Dengan Anggaran Terbatas, DKP Sumbawa Tetap Jaga Ketahanan Sektor Perikanan

Dengan Anggaran Terbatas, DKP Sumbawa Tetap Jaga Ketahanan Sektor Perikanan

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Di tengah pemotongan dana transfer pusat ke daerah yang membayangi banyak kabupaten/kota, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa (DKP) Kabupaten Sumbawa menunjukkan komitmen tinggi mempertahankan pembinaan kepada kelompok budidaya perikanan. Program pembinaan ini dilakukan meskipun anggaran daerah terbatas dan bantuan sarana-prasarana kurang maksimal.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Kabupaten Sumbawa, Naeli Zakiyah, S.Pi., M.T, menyampaikan hal tersebut Selasa (25/11/2025) saat ditemui di kantornya, menyebut bahwa penyaluran sarana dan prasarana biasa menjadi fokus utama program, namun saat anggaran terbatas, DKP memilih tetap aktif melalui pembinaan teknis.

“Biasanya program perikanan itu lebih banyak ke penyaluran sarana dan prasarana. Tapi dengan keterbatasan anggaran, kami tidak kehilangan cara untuk tetap menjaga semangat melalui pembinaan, pelatihan, dan evaluasi terhadap kelompok yang sudah pernah kami bantu,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pemotongan dana transfer ke daerah berlangsung sebagai bagian dari kebijakan efisiensi belanja di tingkat pusat. Bahkan sejumlah daerah diperkirakan akan kehilangan hingga sekitar 25 % dari alokasi dana transfer.

“Kami turun langsung memantau kelompok yang dulu pernah mendapat bantuan, apakah mereka masih aktif berbudidaya dan apa kendalanya,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Meskipun kondisi fiskal daerah menekan ketersediaan dana, terdapat indikasi bahwa komponen belanja pusat ke daerah melalui kementerian/lembaga dan transfer masih diarahkan untuk mendukung produktivitas dan pelayanan publik, sehingga membuka peluang bagi program-kelompok seperti pembinaan budidaya perikanan.

Naeli menjelaskan bahwa keberlanjutan budidaya laut dan payau lebih menjanjikan dibanding budidaya air tawar, karena sudah menjadi profesi utama masyarakat pesisir. Namun, keterbatasan anggaran membuat DKP harus cermat, terutama ketika kelompok awalnya hanya mencoba-coba budidaya air tawar dan kemudian menghadapi hambatan seperti pemasaran atau sarana kolam yang terbatas.

“Budidaya laut dan payau biasanya berkelanjutan, tapi untuk air tawar kadang terhenti karena kendala di kolam atau kesulitan memasarkan hasilnya,” ungkapnya.

DKP Kabupaten Sumbawa mengoptimalkan strategi pembinaan berkelanjutan sebagai respons terhadap keterbatasan dana. Fokusnya adalah pada pelatihan, monitoring, evaluasi, dan penguatan kapasitas kelompok—bukan hanya sekadar pemberian bantuan fisik.

“Yang paling penting semangat pelaku budidaya tidak padam. Kami ingin memastikan mereka tetap berproduksi dan mendapat pendampingan meski dengan anggaran yang terbatas,” tegas Naeli.

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

Dengan mengambil langkah tersebut, DKP berharap program pembinaan tetap berjalan efektif meski dalam situasi ekonomi dan fiskal yang menantang. Semangat daerah dan sinergi dengan kementerian pusat menjadi kunci agar sektor budidaya perikanan di Kabupaten Sumbawa tetap tumbuh dan berkelanjutan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page