Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Petani Lunyuk Dapat Penjelasan Langsung Soal Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi

Petani Lunyuk Dapat Penjelasan Langsung Soal Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa memberikan penjelasan langsung kepada para petani di Kecamatan Lunyuk terkait kebijakan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tahun 2025. Sosialisasi yang digelar pada Rabu (5/11/2025) itu menjadi wadah penting untuk memastikan informasi harga baru tersampaikan secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam meneruskan kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan harga baru pupuk bersubsidi sejak 22 Oktober 2025.

“Kami ingin memastikan petani memahami betul perubahan harga pupuk bersubsidi ini. Tujuannya agar mereka tidak salah persepsi ketika membeli pupuk di kios resmi,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/11/2025).

Rusmawati menyebutkan, penyesuaian harga ini membawa dampak positif karena sebagian besar jenis pupuk kini dijual dengan harga lebih terjangkau. Pupuk Urea ditetapkan seharga Rp90.000 per zak, NPK Rp92.000 per zak, NPK untuk kakao Rp132.000 per zak, ZA Rp68.000 per zak, dan pupuk organik Rp25.400 per zak.

“Harga baru ini lebih rendah dari sebelumnya. Ini menjadi bentuk perhatian pemerintah agar kebutuhan pupuk tetap bisa dijangkau petani,” jelasnya.

H. Zohran Desak Pembentukan Tim Terpadu untuk Genjot PAD 2026, Target Rp300 Miliar

Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Pertanian juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam pembelian pupuk bersubsidi. Setiap petani diminta hanya bertransaksi di kios resmi yang telah ditunjuk untuk menghindari penyimpangan distribusi.

“Kami terus mengingatkan agar petani tidak membeli pupuk di luar jalur resmi. Setiap distribusi sudah diatur dengan kuota tertentu, sehingga kalau keluar dari sistem bisa mengganggu ketersediaan,” tegasnya.

Rusmawati menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti kegiatan serupa di kecamatan lain agar seluruh petani di wilayah Kabupaten Sumbawa mendapatkan informasi yang sama dan tidak terjadi perbedaan harga di lapangan.

“Sosialisasi ini akan kami lanjutkan ke wilayah lain. Kami ingin seluruh petani tahu harga yang berlaku agar bisa menyesuaikan perencanaan tanamnya,” pungkasnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page