Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Persiapan Kabupaten Sumbawa menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal anggaran dan fasilitas olahraga.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., menyebutkan sejumlah fasilitas olahraga di Sumbawa masih perlu pembenahan agar sesuai standar nasional dan layak digunakan untuk pertandingan resmi.
“Memang kami masih terkendala pada ketersediaan dan kelayakan fasilitas olahraga. Ada beberapa venue yang sudah cukup lama dan perlu peningkatan agar memenuhi standar Porprov maupun PON,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Selain fasilitas, keterbatasan anggaran juga menjadi kendala dalam pelaksanaan program pelatihan dan uji tanding di luar daerah. Menurut Tata, banyak atlet berprestasi harus menanggung sebagian biaya pribadi agar tetap bisa mengikuti kejuaraan.
“Semangat mereka luar biasa, meski di tengah keterbatasan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperjuangkan dukungan anggaran yang lebih besar,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Sumbawa menjalin kolaborasi dengan KONI Kabupaten Sumbawa dan pihak swasta dalam membantu pembiayaan, terutama untuk pengadaan sarana latihan dan event pembinaan.
“Kami tidak bisa bergantung sepenuhnya pada APBD. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting agar pembinaan atlet tetap berjalan maksimal,” jelas Tata.
Selain itu, Dispopar juga mengoptimalkan event olahraga daerah sebagai wadah latihan dan kompetisi tambahan bagi atlet. Cara ini dinilai efektif dalam menjaga kesiapan fisik dan mental, sekaligus menekan biaya pembinaan.
Dengan strategi efisien dan dukungan lintas sektor, Tata berharap tantangan yang ada tidak mengurangi semangat atlet Sumbawa untuk menorehkan prestasi terbaik di dua ajang besar tersebut.












Comment