Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa menyatakan optimisme bahwa capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Terduga Tuberkulosis (TBC) dapat mencapai 100 persen pada akhir tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam agenda Validasi dan Koordinasi antara komunitas dan layanan kesehatan yang digelar pada Kamis (20/11/2025) di Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Langsung (PML) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Ray Mei Purwadi, S.Kep., Ners, memaparkan capaian sementara SPM Terduga TBC berdasarkan data SITB per 19 November 2025.
“Capaian SPM terduga TB saat ini berada di angka 87 persen dari total target 8.679 kasus dengan capaian 7.537 kasus. Melihat tren kinerja fasilitas kesehatan dan dukungan dari komunitas, kami optimis target 100 persen bisa tercapai di akhir tahun,” ujar Ray Mei.
Kolaborasi Komunitas Perkuat Temuan Terduga
Optimisme tersebut tidak lepas dari kontribusi komunitas, termasuk PKBI Sumbawa yang selama ini aktif mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Sejak Januari hingga Oktober 2025, PKBI Sumbawa melalui 62 kader yang tersebar di seluruh kecamatan telah berhasil:
-
Melakukan Investigasi Kontak pada 501 indeks kasus,
-
Mendorong 4.841 terduga untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,
-
Menemukan 417 kasus baru TBC.
Koordinator Program Eliminasi TBC PKBI Sumbawa, Wawan Hermansyah, menegaskan komitmen komunitas untuk terus mendukung pencapaian target nasional eliminasi TBC.
Evaluasi Capaian Program TB
Selain SPM terduga, Dinas Kesehatan juga memaparkan capaian program TB lainnya:
-
Penemuan kasus TB mencapai 55 persen (877 dari target 1.607 kasus).
-
Terapi Pencegahan TB (TPT) baru mencapai 8 persen (54 dari 665 sasaran).
-
Investigasi kontak: 833 kasus tercatat, 479 telah diselesaikan secara lengkap.
Ray Mei menjelaskan bahwa masih ada sejumlah tantangan, terutama dalam percepatan TPT dan penguatan investigasi kontak, namun koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk menutup kesenjangan tersebut.
Dorong Sinkronisasi Komunitas dan Layanan Kesehatan
Forum koordinasi ini juga menjadi wadah bagi komunitas dan fasilitas kesehatan untuk menyelaraskan alur penemuan kasus, pelaporan, hingga tindak lanjut. Berbagai kendala teknis di lapangan turut dibahas untuk memastikan tidak ada data yang terlewat atau berulang.
“Kami berharap koordinasi ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini saja, tetapi terus dihidupkan dalam kerja bersama demi mempercepat eliminasi TB di Kabupaten Sumbawa,” tutur Ray Mei.
Dengan kerja kolaboratif yang semakin menguat, Dinas Kesehatan Sumbawa meyakini bahwa capaian 100 persen SPM Terduga TBC bukan hanya realistis, tetapi dapat menjadi pijakan penting menuju eliminasi TBC pada 2030.












Comment