Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmindag) terus mendorong peningkatan kapasitas pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah memperkuat tata kelola dan kualitas pelayanan koperasi di tingkat desa. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan yang digelar selama lima hari, 18–22 November 2025, dan diikuti oleh 165 koperasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.
Kepala Diskukmindag Kabupaten Sumbawa, E.S. Adi Nusantara, S.T., M.Sc., saat ditemui di kantornya, Jumat (21/11/2025), menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan koperasi mampu menjalankan fungsinya secara profesional dan akuntabel.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin para pengurus benar-benar memahami struktur, regulasi, dan tugas-tugas koperasi. Koperasi tidak boleh berhenti pada formalitas, tetapi harus hadir sebagai lembaga yang bekerja untuk kepentingan anggotanya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas harus diiringi dengan integritas pengurus dalam mengelola aset dan kepercayaan anggota. Menurutnya, tata kelola yang baik hanya dapat berjalan jika pengurus memegang nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, dan disiplin administrasi.
“Integritas itu fondasi. Ketika amanah dijalankan dengan benar, kepercayaan anggota akan menguat dan koperasi akan semakin sehat,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan ini digelar dalam tiga angkatan dan dipusatkan di tiga lokasi berbeda yaitu SMKN 1 Buer untuk wilayah barat, Plampang untuk wilayah timur, serta Kantor Lurah Brang Bara yang mencakup wilayah tengah dan selatan. Pembagian lokasi tersebut dilakukan untuk memudahkan jangkauan para peserta yang berasal dari pengurus koperasi desa maupun kelurahan.
Adi menilai pelaksanaan pelatihan berjalan efektif. Para pengurus koperasi yang hadir mengikuti sesi materi dan diskusi secara aktif, sehingga tujuan peningkatan kapasitas dapat tercapai. “Antusiasme peserta menunjukkan bahwa mereka siap berbenah. Ini penting untuk membangun koperasi yang tertib dan berdaya saing,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan setelah pelatihan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
“Kami ingin hasil pelatihan ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diaplikasikan sehingga koperasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Adi berharap pelatihan ini menjadi titik awal penguatan KDKMP di seluruh wilayah Sumbawa. “Jika tata kelola semakin baik dan pengurus bekerja profesional, koperasi akan menjadi bagian penting dalam pergerakan ekonomi masyarakat,” tutupnya.












Comment