Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Pemerintah Daerah Sumbawa kembali meminta Pemerintah Provinsi NTB untuk memperbaiki tata kelola wisata hiu paus di Teluk Saleh. Dorongan ini disampaikan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem satwa langka tersebut yang kini menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata daerah.
Kepala Bappeda Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (24/11/2025) menegaskan bahwa kewenangan penuh pengelolaan hiu paus berada pada pemerintah provinsi. “Karena pengelolaannya ada di provinsi, kami berharap segera dilakukan pembenahan. Jika kondisi seperti sekarang terus dibiarkan, ekosistem hiu paus bisa mengalami kerusakan,” ujarnya.
Deddy menyebut Pemkab Sumbawa telah lama menyuarakan persoalan tersebut, namun respons dari provinsi dinilai masih lambat. Ia menekankan bahwa keberadaan hiu paus telah mengangkat nama NTB di tingkat global, terutama melalui pariwisata bahari Teluk Saleh. “NTB dikenal dunia melalui potensi wisatanya, dan hiu paus berperan besar dalam hal itu. Karena itu tata kelolanya harus dijaga agar tidak mengganggu kehidupan mereka,” katanya.
Menurutnya, salah satu persoalan mendesak adalah belum ditegakkannya etika interaksi wisatawan dengan hiu paus. Pembatasan jumlah pengunjung maupun aturan keselamatan dinilai belum diterapkan secara konsisten. “Saat ini kondisinya masih bebas. Ada wisatawan yang merasa kurang nyaman karena situasi tidak teratur, sementara daerah juga belum menerima manfaat secara langsung,” jelasnya.
Pemerintah daerah, lanjut Deddy, terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem hiu paus. Ia mengungkapkan bahwa tingginya kunjungan wisatawan berpotensi menimbulkan tekanan lingkungan, bahkan sejumlah hiu paus ditemukan mengalami luka akibat interaksi yang tidak terkendali.
Karena itu, Pemkab Sumbawa mendorong provinsi untuk menetapkan pola pengelolaan yang lebih terarah, termasuk kemungkinan penetapan kuota kunjungan wisatawan. “Jika dibiarkan tanpa pengaturan, kami khawatir hiu paus akan meninggalkan perairan Sumbawa dan mencari habitat lain,” tegasnya.
Deddy mengakhiri keterangannya dengan meminta perhatian lebih serius dari pemerintah provinsi. “Kami berharap provinsi memberikan atensi penuh agar ekosistem hiu paus tetap terjaga dan keberadaannya tetap menjadi kebanggaan Sumbawa,” Tutupnya.












Comment