Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan perlunya penguatan manajemen talenta aparatur sebagai langkah memperbaiki kualitas birokrasi. Salah satu persoalan yang kini menjadi perhatian adalah ketersediaan data potensi dan kompetensi ASN yang selama ini belum terpetakan secara menyeluruh.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., melalui pernyataannya, Selasa (25/11/2025). Ia menilai bahwa manajemen talenta membutuhkan dasar informasi yang akurat sebelum pemerintah dapat mengambil keputusan terkait penempatan dan pengembangan karier aparatur.
“Pemerintah daerah harus memiliki gambaran jelas tentang kapasitas dan potensi ASN. Tanpa data yang terukur, proses pengelolaan talenta tidak akan berjalan efektif,” tegasnya.
Menurut Budi, penyediaan data tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena birokrasi dituntut untuk semakin adaptif dan profesional. Ia menekankan bahwa pola pengembangan ASN harus berbasis potensi, bukan senioritas.
“Data kompetensi menjadi penentu arah pengembangan karier. Kami ingin memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai kemampuan yang dimilikinya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penyelesaian persoalan tersebut, Pemkab Sumbawa bekerja sama dengan BKN dalam melakukan pemetaan potensi dan kompetensi melalui Profiling ASN (ProASN). Kegiatan ini diikuti 602 ASN dari jajaran JPT, Administrator, dan Pengawas. Pelaksanaannya berlangsung selama empat hari, 25–28 November 2025.
Dalam prosesnya, peserta mengikuti berbagai asesmen, mulai dari tes potensi, tes kompetensi, manajerial dan sosio-kultural, literasi digital, hingga Tripatha Karir. Hasil dari seluruh rangkaian tersebut akan menjadi basis integrasi data dalam sistem manajemen talenta Pemerintah Daerah.
“Dengan dukungan metode asesmen BKN, kami berharap hasil pemetaan benar-benar komprehensif sehingga kebutuhan pengembangan SDM dapat diidentifikasi secara tepat,” jelas Budi.
Ia menambahkan bahwa pemetaan ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-7 Presiden Republik Indonesia yang mendorong reformasi birokrasi melalui penguatan sistem manajemen talenta ASN.
Budi berharap langkah ini dapat memperbaiki tata kelola sumber daya manusia aparatur di Kabupaten Sumbawa.
“Kami ingin membangun birokrasi yang produktif dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik. Data yang dihasilkan dari ProASN akan menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan hal itu,” tutupnya.












Comment