Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Direktur Bank Sampah Kelompok Pemuda Berbagi, Yerri Kuswandi, menjadi narasumber pada agenda FORSEPSI (Forum Sahabat Emas Indonesia) edisi ke-4 yang digelar secara virtual, Rabu (26/11/2025). Kegiatan edukasi yang diikuti seluruh Direktur Bank Sampah binaan PT Pegadaian Indonesia dari Sabang hingga Merauke itu mengangkat tema “Sektor Persampahan sebagai Green Jobs untuk Anak Muda.”
Dalam pemaparannya, Yerri menegaskan isu plastik sebagai perhatian utama dalam pengelolaan sampah saat ini. “Bagi kami, plastik adalah sahabat dan musuh kita bersama. Plastik sudah menjadi alat penunjang kehidupan sehari-hari sekaligus mata pencarian, tetapi dampak buruknya semakin tidak terelakkan seiring meningkatnya produksi,” ujarnya.
Sejak berdiri pada tahun 2015, Bank Sampah Kelompok Pemuda Berbagi mengusung sudut pandang pemanfaatan sampah sebagai peluang kreatif dan sosial. Program yang dikembangkan antara lain produk kreatif berciri khas Sumbawa, kegiatan Jumat Berbagi, dukungan sosial untuk sekolah dan panti asuhan, hingga pengadaan motor tiga roda dan pembangunan gudang permanen.
Namun pada 2019, muncul kegelisahan terkait sampah yang tidak bernilai ekonomis, termasuk plastik kemasan dan plastik produk tertentu. Kondisi tersebut semakin terlihat dari pola pemilahan sampah yang dilakukan pemulung di pesisir pantai. “Pemulung hanya mengambil sampah bernilai, sementara masyarakat pun masih memahami sampah dari sisi manfaat, bukan dampaknya. Akibatnya persoalan sampah plastik tetap diserahkan kepada pemerintah, TPA, truk sampah, petugas kebersihan, pemulung, bahkan bank sampah sendiri,” jelas Yerri.
Upaya perubahan pun dilakukan melalui pendekatan edukasi untuk menggugah cara pandang masyarakat. Aksi lingkungan dilakukan dengan kegiatan jalan sampah menggunakan tong berbentuk ikan, penayangan video ikan yang memakan plastik, hingga penyampaian perhitungan jumlah sampah plastik yang dihasilkan sejak usia dini hingga saat ini.
Pendekatan tersebut diperkuat melalui konsep manajemen bank sampah yang diterapkan di sekolah, terdiri dari direktur, bendahara, sekretaris, koordinator, dan tim edukasi. Konsep yang diluncurkan pada 2019 membawa semboyan “Dari siswa, melalui siswa, untuk siswa” dengan tujuan menumbuhkan generasi peduli lingkungan, berjiwa usaha, dan memiliki kepemimpinan sejak dini.
Setelah empat tahun pendampingan, konsep itu berhasil diterapkan di MTSN 1 Sumbawa pada akhir 2023. Yerri menceritakan bagaimana para siswa mulai menunjukkan kepedulian secara mandiri. Ia menjelaskan melihat sendiri siswa yang mengambil sampah plastik tanpa arahan guru saat mereka berada di koperasi sekolah. Dukungan dari para guru dan kepala sekolah turut memperkuat implementasi manajemen bank sampah tersebut.
Di akhir sesi, Yerri menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam penanganan sampah. “Perjuangan kami sekarang adalah mengubah sudut pandang dari hanya berbicara keuntungan menjadi upaya menggugah kesadaran masyarakat tentang bahaya sampah plastik,” tutupnya.












Comment