Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dijadwalkan turun ke Kabupaten Sumbawa untuk meninjau kesiapan daerah dalam pelaksanaan program ekonomi biru. Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Bappeda saat ini tengah menyiapkan roadmap serta menetapkan desa-desa yang akan menjadi lokasi peninjauan.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., melalui Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Andi Kusmayadi, S.Pi., M.Si., menyampaikan hal tersebut Jum’at (28/11/2025) saat ditemui di ruang kerjanya. Ia menegaskan bahwa persiapan tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan kunjungan ICCTF berjalan efektif dan sesuai tujuan.
“Roadmap sedang kami sempurnakan, termasuk desa-desa yang relevan untuk dikunjungi tim ICCTF. Kami ingin mereka mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi di lapangan,” katanya.
Ia menjelaskan, kebijakan ekonomi biru yang menjadi rujukan daerah terdiri atas lima pilar strategis dari pemerintah pusat. Pilar tersebut mencakup sektor perikanan, kelautan, pariwisata, konservasi berkelanjutan, serta budidaya aquatik sebagai penguatan ketahanan pangan.
“Lima kebijakan ini menjadi dasar arah pembangunan kita. Kami menunggu masukan ICCTF agar penyelarasan program di Sumbawa semakin tepat dan terukur,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Andi juga menyoroti persoalan penangkapan ikan yang tidak sesuai kaidah. Ia menyebut penggunaan kompresor menjadi salah satu penyebab terganggunya ekosistem laut.
“Kami menerima banyak keluhan dari nelayan yang mengatakan bahwa ikan-ikan yang tertangkap ukurannya semakin kecil. Dugaan kami, ada persoalan ekosistem yang perlu segera ditangani,” ucapnya.
Ia menambahkan, “Kebijakan kuota penangkapan yang ditetapkan pemerintah merupakan upaya menjaga keseimbangan agar sumber daya ikan tetap berkelanjutan.”
Selain menyiapkan roadmap, pemerintah juga memperhatikan kondisi kawasan konservasi di Sumbawa. Luasnya mencapai 100.000 hektare dan membentang dari timur hingga barat. Meski berada dalam kewenangan provinsi, sebagian kawasan itu tetap menjadi lokasi aktivitas masyarakat. Pengelolaan sampah plastik juga menjadi tantangan yang harus dibenahi.
“Kawasan konservasi itu memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan laut, namun persoalan seperti sampah plastik masih harus kita hadapi bersama,” jelasnya.
Di tingkat desa, pemerintah telah melakukan konsolidasi dengan 22 kepala desa di kawasan Samota untuk mendukung implementasi ekonomi biru. Desa-desa tersebut diarahkan pada penguatan komoditas unggulan sesuai potensi masing-masing. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembentukan tim ekonomi biru untuk mengawal delapan klaster yang telah ditetapkan.
“Pemetaan komoditas sudah dilakukan oleh desa. Tugas kami berikutnya adalah memastikan mereka terintegrasi dalam koperasi merah putih agar pengembangannya tidak lagi terpisah-pisah,” ungkap Andi.
Menutup penjelasannya, Andi memastikan bahwa Kabupaten Sumbawa siap berkolaborasi dengan ICCTF guna memperkuat pelaksanaan ekonomi biru yang lebih terarah.
“Konsep ekonomi biru sebenarnya sudah berjalan di masyarakat, tetapi masih parsial. Dengan integrasi kelembagaan dan pendampingan ICCTF, kami berharap manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.












Comment