Nasional Populer
Home / Populer / Tragedi Banjir Sumatera: PB HMI Serukan Investigasi Nasional dan Tindakan Nyata Pemerintah

Tragedi Banjir Sumatera: PB HMI Serukan Investigasi Nasional dan Tindakan Nyata Pemerintah

Jakarta, Merdekainsight.com – Cuaca ekstrem yang melanda Pulau Sumatera pada Senin (24/11) dan Selasa (25/11) telah memicu banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir tersebut menelan ratusan korban jiwa, menyebabkan banyak warga luka-luka, serta meninggalkan sejumlah korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Kondisi ini memperburuk situasi di berbagai wilayah yang terdampak.

Di tengah besarnya dampak bencana, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas, termasuk membentuk tim investigasi nasional guna mengungkap penyebab banjir bandang tersebut. Ketua Bidang Lingkungan Hidup PB HMI, Andi Kurniawan, menyampaikan bahwa keprihatinan mendalam atas musibah ini harus dibarengi dengan tindakan nyata dari pemerintah.

“Kami menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada para korban. Namun pemerintah harus melampaui penanganan darurat. Tim investigasi harus segera dibentuk untuk menelusuri apa yang sebenarnya memicu banjir sebesar ini,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (30/11/2025).

Andi menegaskan bahwa dugaan kerusakan lingkungan tidak boleh diabaikan dalam proses investigasi. Menurutnya, bencana pada skala tersebut berpotensi dipicu oleh faktor yang telah lama diabaikan.

7.851 Mustahik Terima Manfaat Program BAZNAS Sumbawa Sepanjang 2025

“Kami menduga kerusakan hutan di sejumlah wilayah turut memperparah dampak banjir. Pemerintah perlu mengungkapnya secara terang agar tidak ada yang berlindung di balik bencana ini,” tegasnya.

Selain menuntut investigasi, PB HMI juga mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan status Bencana Nasional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penetapan tersebut dinilai penting untuk mempercepat mobilisasi sumber daya dan koordinasi penanganan.

Andi menilai skala kerusakan sudah berada pada kategori yang memerlukan intervensi nasional. “Dampaknya sudah sangat meluas dan berat. Penetapan Bencana Nasional akan memperkuat penanganan di lapangan,” katanya.

Hingga kini, proses evakuasi, pendataan korban, dan pencarian warga yang hilang terus dilakukan. Kondisi di beberapa daerah masih menantang akibat kerusakan infrastruktur dan akses yang terganggu.

Sebagai penutup, Andi menegaskan bahwa PB HMI akan terus mengawal jalannya penanganan bencana. “Kami berharap pemerintah bergerak cepat dan tegas demi melindungi keselamatan warga. Negara harus menunjukkan kehadiran penuh dalam situasi ini,” pungkasnya.

Resmi! Pemkab Sumbawa Hentikan Masa Kerja Tenaga Kontrak Daerah per 31 Desember 2025

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page