Sumbawa, Merdekainsight.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah strategis dalam menekan penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC). Berdasarkan data hingga November 2025, tercatat 877 kasus TBC atau sekitar 55 persen dari target penemuan 1.067 kasus tahun ini. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan untuk mempercepat pelaksanaan program Desa Bebas TBC (DBT) atau Desa Siaga TBC sebagai upaya eliminasi penyakit menular ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, SKM., MPH., menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang memerlukan penanganan terpadu dan dukungan lintas sektor. “TBC ini merupakan penyakit yang tidak boleh kita remehkan, apalagi di Kabupaten Sumbawa saat ini tercatat 877 kasus yang terjadi, sehingga perlu adanya kerja sama lintas sektor,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (2/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa TBC masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara, terutama ketika penderita batuk atau bersin.
Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan telah menetapkan tiga desa sebagai desa percontohan bebas TBC di Kabupaten Sumbawa. Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk menekan peningkatan kasus dan memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan. “Saat ini kami telah menetapkan tiga desa di Kabupaten Sumbawa sebagai desa percontohan bebas Tuberkulosis atau TBC, sebagai langkah untuk menekan terjadinya peningkatan kasus,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan juga melibatkan tenaga kesehatan dan kader desa dalam proses identifikasi dan pendataan kasus di lapangan. “Upaya ini kami lakukan dengan turun langsung ke lapangan bersama tim dinas kesehatan dan kader di kecamatan untuk melakukan pendataan dan identifikasi kasus,” tambah Sarip.
Melalui Program Desa Bebas TBC (DBT), Dinas Kesehatan menekankan pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif tetapi juga preventif. Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai ujung tombak pencegahan dan deteksi dini. “Program Desa Bebas TBC ini tidak hanya bersifat kuratif tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan berbasis partisipasi masyarakat. Langkah ini merupakan strategi konkret dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing,” jelasnya.
Selain membentuk desa siaga, Dinas Kesehatan juga mengoptimalkan peran tim pelaksana di lapangan. Tim tersebut secara rutin melakukan penyuluhan, penemuan kasus aktif melalui kunjungan rumah, pendampingan pengobatan hingga tuntas, serta pemantauan lingkungan dan sanitasi.
Menutup pernyataannya, Sarip mengajak masyarakat untuk aktif mendukung program eliminasi TBC yang dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. “Kami berharap masyarakat berperan aktif mendukung upaya ini. Segera periksa ke puskesmas atau laporkan kepada petugas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah ke TBC agar penularan dapat dicegah,” tutupnya.












Comment