Kebudayaan
Home / Kebudayaan / Bupati Sumbawa: Barapan Kebo Wujud Pelestarian Budaya dan Kebanggaan Tau Samawa

Bupati Sumbawa: Barapan Kebo Wujud Pelestarian Budaya dan Kebanggaan Tau Samawa

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal melalui kegiatan Barapan Kebo 2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Barapan Kebo Samawa (PBKS) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa ke-67, bertempat di sirkuit belakang Terminal Sumer Payung, Minggu (7/12/2025).

Pelaksanaan Barapan Kebo 2025 dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. Dalam penyampaiannya, Bupati mengatakan bahwa Barapan Kebo selalu menjadi ruang kebersamaan dan kebanggaan bagi masyarakat Tau Samawa.

“Terima kasih atas antusiasme masyarakat yang luar biasa, yang menjaga tradisi ini tetap hidup dengan penuh sportivitas dan kekeluargaan,” ujar Bupati Jarot.

Bupati menegaskan bahwa Barapan Kebo bukan sekadar ajang hiburan rakyat, melainkan merupakan wujud nyata pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat Tau Samawa yang harus terus dijaga dari generasi ke generasi.

Mini Show 45 Menit Bersama Mahasiswa Sastra Indonesia UTS

“Barapan Kebo adalah simbol kerja keras, kebersamaan, dan kearifan masyarakat kita. Di dalamnya terkandung nilai gotong royong dan semangat menjaga tanah serta alam yang menjadi sumber kehidupan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jarot juga menjelaskan bahwa Barapan Kebo memiliki makna filosofis yang mendalam, menggambarkan tradisi agraris masyarakat Sumbawa, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga desa dan petani setelah masa panen.

“Kita ingin memastikan bahwa Barapan Kebo tidak hanya dipertahankan sebagai tontonan, tapi juga menjadi warisan budaya yang hidup, bagian dari identitas Kabupaten Sumbawa yang dikenal luas hingga tingkat nasional,” tegas Bupati.

Sebagai penutup, Bupati Jarot menyampaikan apresiasi kepada para petani dan komunitas budaya yang secara konsisten menjaga tradisi ini agar tetap lestari di tengah perubahan zaman. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan Barapan Kebo sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.

“Barapan Kebo akan kita dorong menjadi agenda budaya yang tidak hanya melestarikan tradisi, tapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama dalam sektor pariwisata,” pungkasnya.

Menuju Kota Pusaka, Sumbawa Siapkan Langkah Pembangunan Berkelanjutan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page