Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya dalam memperkuat rantai pasok ternak nasional melalui pengiriman 545 ekor sapi bibit dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pengiriman dilakukan menggunakan kapal ternak khusus KM Cemara Nusantara 3, yang berlayar dari Pelabuhan Badas pada Rabu (17/12/2025).
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan bahwa penggunaan kapal khusus ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas sapi bibit sekaligus memberikan jaminan pasar bagi peternak lokal.
“Penggunaan kapal ternak ini tidak hanya memastikan kualitas sapi tetap terjaga selama pengiriman, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi peternak. Jika distribusi lancar, harga menjadi stabil, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Dari total sapi yang dikirim, sebanyak 317 ekor berasal dari Kabupaten Bima, 128 ekor dari Kabupaten Dompu, dan 100 ekor dari Kabupaten Sumbawa. Kapal dijadwalkan menempuh perjalanan selama sekitar 75 jam atau tiga hari menuju Kalimantan Selatan.
H. Ansori menjelaskan bahwa pengiriman sapi antarwilayah menjadi bagian penting dalam mendukung stabilisasi harga daging nasional dan pemerataan suplai protein hewani di berbagai daerah.
“Dengan rantai distribusi yang lebih efisien, masyarakat di wilayah konsumen seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi bisa mendapatkan daging dengan harga stabil. Sementara peternak di NTB memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pengiriman ini juga mencerminkan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ini bukti sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, dan sektor peternakan. Sistem karantina yang kami terapkan terintegrasi, sehingga kualitas ternak asal NTB tetap tinggi dan siap bersaing di pasar nasional,” tegasnya.
Menurut Wabup, sektor peternakan menjadi salah satu penopang ekonomi utama masyarakat NTB, khususnya di Sumbawa. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses pasar bagi peternak sekaligus memastikan tata niaga ternak berjalan sehat dan berkeadilan.
“Kami ingin memastikan bahwa peternak kita mendapatkan nilai tambah dari hasil usahanya. Pengiriman melalui kapal ternak adalah salah satu solusi terbaik untuk menekan biaya logistik dan menjaga mutu bibit sapi,” pungkasnya.












Comment