Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Program penghijauan bertema “Lestari Alamku, Lestari Desaku” dilaksanakan di Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, pada Minggu (4/1/2026). Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama para kepala OPD, Forkopimcam Lunyuk, serta masyarakat setempat ini menjadi bagian dari realisasi visi Sumbawa Hijau Lestari yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Kepala Desa Emang Lestari, Deni Murdani, S.P., N.LP., saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memulihkan ekosistem hutan di Kabupaten Sumbawa.
“Program ini saya ajukan setelah berdiskusi dengan Camat Lunyuk agar Bupati Sumbawa dapat menjalankan program penghijauan di Desa Emang Lestari. Saya ingin desa kami menjadi desa hijau, produktif, dan lestari,” ujarnya.
Deni menuturkan, inisiatif ini juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya aktivitas illegal logging dan perambahan hutan di wilayah Lunyuk. “Beberapa oknum masyarakat masih melakukan pembalakan liar yang mengancam keberlanjutan sumber daya alam dan keseimbangan lingkungan. Hal ini harus segera dihentikan,” katanya. Ia menambahkan, kerusakan tersebut turut menjadi faktor pemicu banjir dan longsor yang beberapa tahun terakhir sering melanda daerah itu.

Ia juga menyoroti kondisi Bendungan Lara yang kini mengalami sedimentasi tinggi akibat penggundulan hutan. “Bendungan Plara adalah tumpuan hidup petani di Lunyuk. Namun akibat banyaknya lumpur yang terbawa hujan dari pegunungan, daya tampungnya berkurang. Jika hal ini dibiarkan, akan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Deni menegaskan bahwa penghijauan bukan hanya upaya ekologis, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Lingkungan yang hijau adalah sumber kehidupan yang sehat. Udara bersih, air yang jernih, dan tanah yang subur semuanya berasal dari hutan yang terjaga,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penghijauan juga memiliki nilai ekonomi jangka panjang melalui penanaman tanaman produktif. “Dengan menanam pohon buah dan kayu bernilai tinggi, masyarakat tidak hanya menjaga alam, tetapi juga membangun sumber penghasilan berkelanjutan. Kita harus menjadi produsen hasil bumi, bukan sekadar pasar,” tegasnya.
Deni juga menyinggung perlunya mengendalikan aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan di Kecamatan Lunyuk. Menurutnya, gerakan Sumbawa Hijau Lestari dapat menjadi solusi nyata untuk menjaga keseimbangan alam dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Desa Emang Lestari, kata Deni, telah berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Brang Beh dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB guna memperketat pengawasan terhadap praktik illegal logging serta mendorong reboisasi melalui program agroforestri. “Kami ingin lahan gundul yang dulu ditanami jagung bisa kembali hijau dengan tanaman kayu keras dan buah-buahan. Itu akan lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar program penghijauan tidak hanya berfokus pada tanaman jangka panjang, tetapi juga tanaman cepat panen seperti pisang kapendis. “Kalau petani melihat hasil ekonominya bagus, mereka akan beralih dari jagung tanpa perlu disuruh. Itulah cara efektif mengubah pola tanam masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan penghijauan kali ini dilakukan di lahan seluas delapan hektare. Lahan tersebut telah dipagari dan dijaga bersama oleh pemerintah desa dan pemilik lahan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. “Bupati bahkan menyampaikan akan memberikan satu ekor sapi sebagai penghargaan bagi masyarakat jika program ini berhasil,” ujarnya.
Deni berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami menargetkan penghijauan berikutnya dilakukan di zona dua, yang akan kami kembangkan sebagai kawasan agrowisata,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Deni mengajak seluruh masyarakat untuk menanam kepedulian terhadap lingkungan. “Sudah saatnya kita bersama menjaga hutan, mengembangkan pola pertanian terintegrasi, dan menjadikan alam sebagai sumber ekonomi yang produktif. Ayo jaga alam untuk masa depan yang hijau dan lestari,” pungkasnya.












Comment