Kebudayaan Pendidikan
Home / Pendidikan / Mini Show 45 Menit Bersama Mahasiswa Sastra Indonesia UTS

Mini Show 45 Menit Bersama Mahasiswa Sastra Indonesia UTS

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2025 Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menggelar pementasan mini/show mini 45 menit sebagai bagian dari rangkaian Ujian Akhir Semester mata kuliah Masyarakat dan Kebudayaan Sumbawa. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Publik Kreatif (RPK) UTS pada Selasa, 13 Januari 2026, dan berlangsung dengan penuh antusiasme serta nuansa budaya yang kental.

Pementasan ini didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Bapak Rusmin Nurjadin, M.Pd., yang selama perkuliahan menekankan pentingnya pemahaman budaya lokal tidak hanya secara teoretis, tetapi juga melalui praktik nyata. Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Sastra Indonesia UTS, Ibu Rahmin Meilani Putri, S.S., M.A., yang dalam sambutannya mengapresiasi kreativitas dan kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian kebudayaan Sumbawa.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa aktif, tetapi juga turut dihadiri oleh alumni-alumni Program Studi Sastra Indonesia, sehingga menciptakan suasana kebersamaan lintas angkatan. Kehadiran para alumni menjadi bukti bahwa kebudayaan dan sastra merupakan ikatan yang terus hidup dan relevan dalam perjalanan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.

Acara dibuka dengan cuplikan lawas yang sarat makna;

Adat budaya tau samawa

FKIP Unsa Lepas 60 Mahasiswa PPL untuk Perkuat Pengalaman Lapangan di Sekolah Mitra

Ka pamilin tau loka

Roa mo sate lamer

Bawu nomo ya lamir

Ma tu angkat mo kabali

Leng kita panerus ta

Raih Adiwiyata Provinsi NTB 2025, SDN 14 Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan

Lawas tersebut menegaskan pesan tentang pentingnya menjaga adat dan kebudayaan sebagai warisan leluhur. Lawas tersebut menyampaikan pesan bahwa adat kebudayaan Tau Samawa adalah peninggalan berharga yang perlahan memudar jika tidak dijaga bersama. Melalui bait-baitnya, penonton diajak untuk menjadi generasi penerus yang bertanggung jawab dalam melestarikan nilai-nilai budaya.

Pementasan semakin menarik dengan berbagai penampilan seni tradisi Sumbawa. Rabalas Lawas yang dibawakan oleh Indah Tri Novianti dan Fitri Wahidah yang sekaligus merangkap sebagai MC kegiatan mampu menghidupkan suasana dengan pembawaan yang komunikatif. Penampilan Sakeco oleh Sariba turut memukau penonton melalui irama dan syair khas yang mencerminkan kearifan lokal.

Selain itu, Tari Pengantan Ngindring yang diperagakan oleh Putri, Meta Tri Putria Asari, Lili Pidiana Agustina, Yuniza Arsylla, Intan Zazkya Annuari, Ainun Ahwanti, Wirna Wardhani, Khairuddin, dan Diaty tampil anggun dan penuh makna, merepresentasikan nilai adat dalam prosesi budaya Sumbawa. Penampilan Pagar Ayu Pangantan oleh Lila Agusti Sohratussani dan Windi Novita Fitra Hayanti juga menambah kekayaan visual dan simbolik dalam pementasan. Acara ditutup dengan penampilan Ngumang oleh Khairuddin yang semakin menegaskan kekuatan ekspresi sastra lisan daerah.

Melalui pementasan mini ini, mahasiswa Sastra Indonesia UTS tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik dan artistik, tetapi juga menegaskan peran generasi muda sebagai penjaga dan pelestari budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran budaya dapat dikemas secara menarik, edukatif, dan bermakna, sekaligus menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa dalam merawat identitas budaya Sumbawa di tengah arus modernisasi.

SDN 1 Moyo Hilir Raih Penghargaan Adiwiyata Provinsi Nusa Tenggara Barat 2025

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page