Pemerintahan
Home / Pemerintahan / H. Zohran Desak Pembentukan Tim Terpadu untuk Genjot PAD 2026, Target Rp300 Miliar

H. Zohran Desak Pembentukan Tim Terpadu untuk Genjot PAD 2026, Target Rp300 Miliar

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., menegaskan perlunya langkah konkret dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Ia mengusulkan pembentukan Tim Terpadu Optimalisasi PAD yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memperkuat sinergi dan menutup potensi kebocoran pendapatan daerah.

Pernyataan ini disampaikan H. Zohran pada Rabu (14/1/2026), usai membahas capaian pendapatan daerah tahun 2025 bersama sejumlah pimpinan OPD. Ia menilai, selama ini kinerja PAD masih terkendala karena masing-masing instansi berjalan sendiri tanpa koordinasi yang kuat.

“Untuk mencapai target PAD yang lebih besar, kita harus ubah cara kerja. Jangan lagi ego sektoral yang mendominasi. Semua OPD penghasil pendapatan harus bergerak bersama dalam satu pola koordinasi terpadu,” tegas H. Zohran.

Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025, PAD Kabupaten Sumbawa berada di kisaran Rp243 miliar. Dengan pembenahan sistem dan kerja kolaboratif, pihaknya menargetkan kenaikan signifikan hingga menembus Rp300 miliar pada tahun 2026.

“Saya yakin angka itu bisa dicapai. Syaratnya, semua kebocoran harus ditutup, data disinkronkan, dan setiap potensi pendapatan dikelola dengan baik. Kalau sistemnya terintegrasi, hasilnya pasti meningkat,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Lebih lanjut, H. Zohran menjelaskan bahwa tim terpadu yang diusulkan nantinya akan berfungsi mengoordinasikan seluruh sektor penghasil PAD di bawah kendali Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Tim tersebut juga akan melakukan penilaian terhadap potensi pajak dan retribusi daerah, serta memastikan semua penerimaan benar-benar masuk ke kas daerah.

“Kami mengusulkan agar Bapenda menjadi koordinator tim ini. Dari hasil kunjungan kerja ke daerah lain, sistem kolaboratif semacam ini terbukti efektif meningkatkan PAD mereka,” jelasnya.

H. Zohran juga menyoroti masih adanya sektor pendapatan yang belum mencapai target maksimal pada tahun sebelumnya. Menurutnya, hal ini bukan karena potensi daerah yang rendah, melainkan karena kurangnya kerja sama antarlembaga.

“Hasil laporan menunjukkan ada sektor yang realisasinya belum seratus persen. Ini bukan karena potensi kita kecil, tapi karena masing-masing OPD masih berjalan sendiri-sendiri. Kalau kita bergerak bersama, hasilnya akan jauh lebih baik untuk masyarakat,” tuturnya.

Sebagai penutup, ia berharap Bapenda segera menindaklanjuti rekomendasi Komisi II dengan membentuk Tim Terpadu Optimalisasi PAD dalam waktu dekat. Menurutnya, langkah ini harus segera dijalankan agar hasilnya dapat terlihat sejak awal tahun anggaran 2026.

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

“Kita tidak bisa menunggu lama. Kalau ingin perubahan, tim harus segera dibentuk agar kerja peningkatan pendapatan bisa dimulai sejak dini,” pungkas H. Zohran.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page