Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan kasus anak kekurangan gizi di Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, yang sempat ramai di media sosial Facebook. Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kecamatan Plampang, Pemerintah Desa Sepayung, Dinas Kesehatan, dan Tim Puskesmas Plampang.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Syarifah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan anak dari Ibu Nuraini mengalami kondisi kekurangan gizi dan membutuhkan penanganan segera. “Setiap pengaduan yang menyangkut keselamatan dan tumbuh kembang anak harus kami tindak lanjuti secara cepat dan terkoordinasi. Kami tidak ingin ada kasus seperti ini terabaikan,” ujarnya pada Jumat (06/02/2026).

Sebagai bentuk kepedulian, tim gabungan menyalurkan bantuan sosial berupa matras, selimut, pakaian anak (kids wear), perlengkapan makan (food ware), serta bantuan permakanan untuk menunjang kebutuhan dasar anak dan keluarganya.
Selain pemberian bantuan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga mengenai pola asuh, asupan gizi, serta langkah medis lanjutan. “Alhamdulillah, setelah dilakukan pendekatan persuasif dan penjelasan medis, pihak keluarga bersedia membawa anaknya untuk dirawat di Puskesmas Plampang tanpa harus didampingi langsung oleh ibunya,” jelas Syarifah.
Ia juga menjelaskan latar belakang keluarga tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, Nuraini telah berdagang pakaian, sepatu, dan unggas di wilayah Sepayung selama kurang lebih enam tahun. Namun, yang bersangkutan tidak berdomisili tetap karena kerap berpindah antara Jawa, Bima, dan Sumbawa.
“Pemerintah Desa telah membantu menyediakan tempat tinggal sementara sejak September 2024 untuk mendukung kebutuhan anaknya yang mulai bersekolah. Nuraini sempat pulang ke Bima pada Desember 2024 untuk melahirkan dan baru kembali ke Sumbawa sekitar dua minggu sebelum kasus ini mencuat di media sosial,” ungkapnya.
Syarifah menegaskan, penanganan ini tidak hanya sebatas pemberian bantuan, tetapi juga memastikan keberlanjutan perlindungan bagi anak dan keluarga. “Kami ingin memastikan setiap anak di Kabupaten Sumbawa mendapatkan hak atas gizi, kesehatan, dan kesejahteraan. Pemerintah hadir bukan sekadar memberi bantuan, melainkan memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan,” pungkasnya






















Comment