Sumbawa Besar, Merdekainsight.com (Rabu, 30 Juli 2025) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui promosi dan pembenahan infrastruktur. Salah satu agenda tahunan yang menjadi bagian dari promosi tersebut adalah Sail Indonesia, yang akan kembali digelar pada bulan September di Desa Labuhan Jambu.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irfan, S.P., M.M., menjelaskan bahwa event tersebut terbukti efektif dalam menarik minat wisatawan.
“Agenda Sail Indonesia merupakan langkah promosi pariwisata di Sumbawa dan terbukti efektif. Wisata Sumbawa saat ini semakin dikenal, dan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat,” jelasnya.
Kabupaten Sumbawa memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan, di antaranya Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo dan wisata hiu paus di Teluk Saleh. Namun, keterbatasan promosi dan aksesibilitas masih menjadi tantangan yang terus dihadapi.
“Pariwisata kita tidak kalah dengan Labuan Bajo, Pulau Lombok, bahkan Bali. Hanya saja, pariwisata Sumbawa masih terkendala oleh kondisi topografi wilayah. Untuk menjangkau dan menikmati seluruh destinasi wisata, dibutuhkan waktu minimal tiga hari empat malam, kondisi ini yang menjadikan Sumbawa sebagai kawasan wisata minat khusus” ungkap Irfan.
Selain promosi, Dispopar juga melakukan perbaikan fasilitas di beberapa destinasi, salah satunya Pantai Sliper yang terletak dekat dengan pusat kota. Proyek perbaikan telah masuk dalam tahap perencanaan dan akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran.
“Pantai Sliper telah masuk dalam tahapan perencanaan untuk perbaikan fasilitas. Pelaksanaannya akan dilakukan bertahap karena ada kendala anggaran,” tambahnya.
Di samping itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian. Pelatihan diberikan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mendukung pengelolaan destinasi secara berkelanjutan.
Muhammad Irfan juga menyebutkan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi destinasi lain seperti Batu Bulan, 950 mdpl di punik, dan Air Terjun Agal di Marente. Keunikan lainnya adalah keberadaan burung kakatua jambul kuning di Pulau Moyo.












Comment