Pemerintahan Politik
Home / Politik / Mutasi Perdana, Pemkab Sumbawa Rombak 89 Pejabat Struktural

Mutasi Perdana, Pemkab Sumbawa Rombak 89 Pejabat Struktural

Sumbawa Besar, MerdekaInsight.com (1 Agustus 2025)— Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar mutasi perdana sekaligus melantik 89 pejabat struktural di lingkungan pemerintah daerah. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Jumat, 1 Agustus 2025.

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dihadiri Wakil Bupati Drs. H. Mohammad Ansori, Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetiyo, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi wanita seperti TP-PKK, GOW, dan Dharma Wanita.

Sebanyak 14 pejabat pimpinan tinggi pratama, 54 pejabat administrator, dan 21 pejabat pengawas resmi dilantik berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 833 Tahun 2025 yang diteken pada 31 Juli. Keputusan ini disesuaikan dengan persetujuan Kementerian Dalam Negeri melalui surat bernomor 100.2.2.6/4164/OTDA.

“Mutasi ini bukan sekadar perombakan, tetapi bentuk tanggung jawab kami dalam menata formasi yang dapat menjawab visi misi daerah dan harapan masyarakat,” ujar Bupati Jarot dalam sambutannya.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Jarot menepis anggapan bahwa rotasi ini sarat muatan politik. Ia menegaskan, keputusan tersebut tidak lahir dari tekanan tim sukses atau kepentingan kelompok tertentu. “Mutasi ini murni untuk penyegaran birokrasi, agar roda pemerintahan bergerak lebih cepat dan efektif,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa jabatan bukan semata-mata posisi strategis, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan kepekaan terhadap perubahan. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, responsif terhadap isu publik, serta terbuka pada partisipasi warga dalam pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Sumbawa menegaskan komitmennya dalam mendukung program-program strategis nasional yang tengah digulirkan di daerah. Beberapa di antaranya mencakup pembangunan sekolah rakyat bagi anak dari keluarga kurang mampu, distribusi alat dan bibit pertanian, penyaluran bantuan sosial senilai hampir Rp300 miliar, hingga pembangunan infrastruktur dasar.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page