Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Freeport Indonesia Mulai Gerakan Nasional Restorasi Mangrove dari Sumbawa

Freeport Indonesia Mulai Gerakan Nasional Restorasi Mangrove dari Sumbawa

Sumbawa Besar, MerdekaInsight.com – PT Freeport Indonesia memulai gerakan nasional restorasi mangrove melalui kegiatan penanaman di pesisir Desa Pukat, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Program bertajuk “Mangrove For Life, Program Restorasi Ekosistem Mangrove PT Freeport Indonesia” ini dilaksanakan bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan sejumlah pihak terkait.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara PT Freeport Indonesia dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Restorasi Mangrove dan Gambut yang ditandatangani pada tahun 2023. Kesepakatan ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem mangrove di berbagai wilayah Indonesia.

General Superintendent bidang reklamasi dataran rendah dan special project PT Freeport Indonesia, Tumpal Sinaga, S.Kd., M.Sc, menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan penanaman mangrove seluas 10.000 hektar secara nasional. Dari jumlah tersebut, 8.000 hektar difokuskan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

“Hingga saat ini kami telah menanam seluas 1.616 hektar, dan kami menargetkan seluruh 8.000 hektar di Mimika akan tercapai pada tahun 2032,” ujar Tumpal Sinaga.

H. Zohran Desak Pembentukan Tim Terpadu untuk Genjot PAD 2026, Target Rp300 Miliar

Sementara itu, penanaman mangrove di Sumbawa difokuskan pada lahan seluas 2 hektar di pesisir Desa Pukat. Penanaman dilakukan bersama masyarakat dengan melibatkan pemerintah daerah, perangkat desa, unsur militer, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa.

Camat Utan, Sartono, S.E., M.Si, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini karena dapat membantu menjaga kelestarian kawasan pesisir di wilayah kami,” ungkap Sartono.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohammad Anshori, juga hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program restorasi ekosistem mangrove.

Selain di Sumbawa, program “Mangrove For Life” PT Freeport Indonesia juga dilaksanakan di sejumlah daerah lain, antara lain Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bali, Lombok, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Pelaksanaan teknis kegiatan di Sumbawa dikerjakan oleh vendor PT Indotama Mahasia Karya, bekerja sama dengan panitia lokal serta organisasi Hipsi sebagai penyelenggara.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, seperti menahan abrasi pantai, menyaring limbah, serta menjadi habitat biota laut bernilai ekonomi. Dengan adanya penanaman mangrove, kawasan pesisir diharapkan semakin terlindungi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page