Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Menanggapi situasi nasional yang tengah diwarnai gelombang demonstrasi dan aksi anarkis di berbagai daerah, Dekan Fakultas Hukum Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I., mengimbau seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sumbawa untuk tetap menjaga kondusifitas daerah dan mengutamakan dialog sebagai solusi utama dalam menyampaikan pendapat.
Dalam keterangannya, Dr. Supriyadi menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan dalam koridor hukum yang berlaku, tanpa disertai tindakan perusakan fasilitas umum atau kekerasan fisik yang dapat mengganggu ketertiban dan merugikan masyarakat luas.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda dan mahasiswa, untuk menyikapi perbedaan pendapat secara dewasa dan intelektual. Menurutnya, kampus dan ruang publik seharusnya menjadi tempat untuk berdiskusi dan membangun gagasan, bukan menjadi ajang konflik atau kekerasan. Dengan nada serius, ia mengatakan bahwa jika masyarakat terus terbiasa menyelesaikan masalah melalui aksi-aksi destruktif, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat itu sendiri.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Sumbawa untuk tetap menjaga kedamaian dan rasa saling menghargai. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Jika ada aspirasi yang ingin disampaikan, lakukanlah dengan tertib, damai, dan melalui saluran yang benar. Jangan sampai kita merusak fasilitas umum yang justru dibangun untuk kepentingan kita bersama,” tegas Dr. Supriyadi.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak Fakultas Hukum UTS siap menjadi fasilitator dialog terbuka jika dibutuhkan, baik antar mahasiswa, masyarakat, maupun pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya membangun budaya diskusi yang sehat agar masyarakat tidak terjebak dalam polarisasi yang merusak. Dalam situasi seperti sekarang, menurutnya, masyarakat memerlukan ruang-ruang dialog yang konstruktif, bukan adu kekuatan di jalanan.
Selain itu, Dr. Supriyadi mengingatkan bahwa situasi keamanan dan stabilitas sosial di daerah seperti Sumbawa harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai bahwa ketenangan daerah sangat berpengaruh terhadap pembangunan, pendidikan, investasi, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan dapat menahan diri, berpikir jernih, dan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
“Penting bagi kita semua untuk terus menjaga harmoni sosial. Daerah kita ini sudah cukup dikenal sebagai wilayah yang damai dan penuh toleransi. Jangan sampai kita ikut terbawa arus emosi nasional yang berpotensi mengganggu situasi lokal yang sudah kondusif,” ujarnya.
Dr. Supriyadi juga menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang seharusnya memberi contoh dalam menyampaikan aspirasi dengan cara yang bermartabat. Ia mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus digunakan untuk membangun, bukan merusak. “Mahasiswa harus berada di barisan depan dalam menjaga etika dan akal sehat dalam berdemokrasi. Jangan sampai ikut-ikutan melakukan tindakan anarkis hanya karena emosi sesaat atau terprovokasi oleh narasi yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Dr. Supriyadi berharap masyarakat Sumbawa dapat terus memelihara budaya musyawarah, gotong royong, dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Ia optimistis bahwa dengan kerja sama antara pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, Sumbawa dapat menjadi contoh daerah yang matang secara demokrasi dan damai dalam menyikapi perbedaan.
“Kita semua ingin daerah ini aman, tenteram, dan terus maju. Mari kita rawat suasana yang sudah baik ini dengan sikap saling menghormati dan selalu mengedepankan jalan dialog dalam menghadapi segala persoalan,” pungkasnya.












Comment