Umum
Home / Umum / Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi, Kapolres Sumbawa Tanggapi Tuntutan

Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi, Kapolres Sumbawa Tanggapi Tuntutan

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., saat berdialog dengan masa aksi, selasa 02/9/2025

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Aliansi Mahasiswa Sumbawa Menggugat yang terdiri dari HMI, GMNI, IMM, KAMMI, SMI, BMI, BEM UTS, BEM STIKES Griya Husada, BEM STAI NW, AKOM, BEM-FH UNSA, dan KMTI Sumbawa menggelar aksi demonstrasi pada Selasa, 2 September 2025. Aksi dimulai dari Lapangan Pahlawan dan berakhir di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa dengan membawa empat tuntutan utama.

Koordinator umum aksi adalah Ketua BEM Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), sedangkan koordinator lapangan adalah Suhrawardin. Dalam orasinya, mereka menegaskan bahwa tuntutan ini disampaikan untuk menegakkan hukum dan keadilan di Kabupaten Sumbawa.

“Kami menuntut agar kasus meninggalnya Affan Kurniawan akibat terlindas mobil rantas Brimob saat aksi di jakarta tanggal 28 Agustus 2025 segera di usut tuntas, serta meminta Kapolri membebaskan seluruh massa aksi yang masih ditahan di berbagai daerah tanpa syarat,” kata Suhrawardin selaku korlap aksi.

Selain itu, massa aksi juga mendesak Kapolres Sumbawa untuk menindak tegas anggotanya yang diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu warga di Kampung Bugis. Mereka menambahkan agar kepolisian mengusut tuntas kasus narkoba yang semakin meluas di Kabupaten Sumbawa.

“Kapolres Sumbawa harus bertindak tegas terhadap anggotanya yang melanggar SOP serta menindak peredaran narkoba yang sudah masuk ke desa-desa,” tegas Suhrawardin.

Kepala Desa Emang Lestari Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Ekonomi Hijau Berkelanjutan

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., menyampaikan dukungannya terhadap pengusutan kasus meninggalnya Affan Kurniawan. “Kami mendukung pengusutan kasus ini. Walaupun kejadiannya bukan di wilayah hukum Sumbawa, saya berharap semua pihak mempercayakan penyidikan kepada kepolisian dijakarta. Tentunya penyidikan harus diperkuat dengan bukti-bukti yang ada,” kata AKBP Marieta di depan massa aksi.

Terkait dugaan penganiayaan di Kampung Bugis, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya berada dalam posisi netral dan tetap menindaklanjuti semua laporan. “Kami menerima laporan baik dari korban dugaan pelecehan maupun dugaan penganiayaan. Tidak ada niat aparat untuk melakukan pengeroyokan. Yang terjadi sebenarnya adalah kesalahpahaman saat anggota turun ke lokasi, dan anggota yang bertugas sudah saya periksa,” jelasnya.

Kapolres juga menambahkan bahwa tidak akan melindungi anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran. “Jika ada pelanggaran, tetap akan kami proses,” tegasnya.

Mengenai persoalan narkoba, Kapolres menyampaikan bahwa Polres Sumbawa telah melakukan penggerebekan di Desa Serading pada pekan sebelumnya. “Saya baru bertugas satu bulan lebih dan sudah melakukan penggerebekan kasus narkoba. Namun, upaya ini tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Sat Intelkam Polres Sumbawa Rayakan Hari Jadi ke-80 dengan Syukuran dan Doa Bersama

Aksi Aliansi Mahasiswa Sumbawa Menggugat pun berakhir dengan penyampaian empat tuntutan utama kepada Kapolres Sumbawa yang disampaikan di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa dan ditanggapi langsung oleh Kapolres Sumbawa.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page