Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Kodim 1607/Sumbawa menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial di Aula Serbaguna Makodim 1607/Sumbawa pada Kamis (18/9/2025). Acara ini diikuti sekitar 100 peserta dan dihadiri oleh TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim Binkom dari Sintelad, Brigjen TNI Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., dengan kehadiran sejumlah pejabat penting, termasuk Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K.
Kasdim 1607/Sumbawa Mayor Inf. M. Dahlan, S.Sos., menegaskan pentingnya komunikasi sebagai dasar utama dalam menjaga kondusivitas sosial. “Komunikasi adalah pondasi untuk menciptakan kondisi yang kondusif. Perbedaan pendapat maupun hoaks di media sosial bisa menjadi pemicu konflik sosial bila tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., menekankan bahwa situasi keamanan di Sumbawa relatif kondusif, namun potensi konflik tetap ada. “Kesalahpahaman dan penyebaran hoaks bisa menimbulkan gesekan di masyarakat. Karena itu, peran semua elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan,” katanya.
AKBP Marieta menjelaskan, Polri berkomitmen penuh menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Menurutnya, pencegahan konflik dilakukan melalui patroli, edukasi, serta pendekatan dialogis dengan tokoh masyarakat dan pemuda.
Kapolres juga mengapresiasi peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas sosial. “Mahasiswa adalah agen perubahan. Mereka bisa menggunakan media sosial dan intelektualitas untuk menyebarkan nilai-nilai positif,” ujarnya. Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan potensi gangguan keamanan dan menolak segala bentuk kekerasan.
Selain membahas konflik sosial, AKBP Marieta menyinggung isu kelangkaan LPG dan peredaran narkoba yang kerap meresahkan masyarakat. “Kami dari Polres Sumbawa menjaga semua itu agar tidak terjadi di wilayah Kabupaten Sumbawa tercinta ini,” tegasnya. Ia mencontohkan kelangkaan LPG dapat memicu demonstrasi di daerah lain dan menegaskan komitmennya mencegah hal serupa terjadi di Sumbawa.
Terkait narkoba, ia mengungkapkan upaya penggerebekan yang dilakukan di wilayah Serading. “Keberhasilan pemberantasan narkoba hanya bisa dicapai jika ada sinergi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, TNI dan Polri bersama pemerintah daerah berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa keamanan dan kedamaian merupakan tanggung jawab bersama. Diskusi interaktif juga menekankan pentingnya toleransi, dialog terbuka, serta kesadaran hukum untuk mencegah perpecahan di masyarakat.












Comment