Populer
Home / Populer / Kohati HMI Cabang Mataram Gelar “Kohati Mengabdi”: Aksi Nyata Cegah Pernikahan Dini dan Stunting di Lombok Utara

Kohati HMI Cabang Mataram Gelar “Kohati Mengabdi”: Aksi Nyata Cegah Pernikahan Dini dan Stunting di Lombok Utara

Lombok Utara, Merdekainsight.com — Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Mataram melaksanakan kegiatan Kohati Mengabdi bertema “Langkah Kecil, Dampak Besar: Edukasi dan Aksi untuk Masa Depan Anak dan Remaja” pada 18–19 Oktober 2025 di Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini berfokus di Kecamatan Tanjung dan Pemenang, dengan serangkaian agenda meliputi workshop edukasi, taman baca, serta penanaman pohon.

Acara pembukaan berlangsung di Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, istri Wakil Bupati Lombok Utara Rr. Pungky Kusmalahadi Syamsuri, perwakilan siswa SMA/SMK se-Kecamatan Tanjung dan Pemenang, Forum Anak Lombok Utara, serta organisasi kepemudaan setempat.

Dalam sambutannya, Ketua PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kohati Mataram yang menghadirkan kegiatan edukatif dengan dampak nyata bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Kohati Mataram yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghadirkan aksi nyata untuk masa depan anak dan remaja. Kegiatan seperti ini penting untuk terus diteruskan dan dikembangkan,” ujarnya.

Sinta juga menekankan tiga hal penting dalam pembangunan sumber daya manusia, yaitu pencegahan pernikahan usia anak, penanganan dan pencegahan stunting, serta pemanfaatan teknologi digital secara bijak.

7.851 Mustahik Terima Manfaat Program BAZNAS Sumbawa Sepanjang 2025

“Ketiga hal ini menjadi kunci membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kohati HMI Cabang Mataram Dwi Cahya Ambarwati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata Kohati terhadap isu sosial dan kesehatan masyarakat.

“Langkah kecil ini kami harap memberi dampak besar bagi generasi mendatang. Kohati berkomitmen menolak pernikahan usia anak dan bersama-sama mencegah stunting demi masa depan anak dan remaja, khususnya perempuan,” ungkapnya.

Dwi Cahya menambahkan, pemilihan lokasi di Kabupaten Lombok Utara didasari pada data yang menunjukkan masih tingginya angka pernikahan anak dan stunting. Berdasarkan data Dinas Sosial tahun 2024, tercatat 63 kasus pernikahan usia anak di daerah tersebut, sementara hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka stunting mencapai 35,2 persen.

“Data ini menjadi dasar kami memilih Lombok Utara. Daerah ini membutuhkan perhatian lebih dalam aspek edukasi dan pemberdayaan sumber daya manusia,” jelasnya.

Resmi! Pemkab Sumbawa Hentikan Masa Kerja Tenaga Kontrak Daerah per 31 Desember 2025

Workshop edukasi menjadi agenda utama dalam kegiatan Kohati Mengabdi. Kohati menghadirkan dua narasumber dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lombok Utara. Kak Wulan Astriningrum memaparkan materi tentang pendewasaan usia pernikahan, sementara Kak Abdul Gafur, M.Sos., menjelaskan strategi pencegahan dan penanganan stunting.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

Selain workshop, Kohati Mataram juga menggelar Taman Baca di TPQ Al-Mustofa Sire yang diikuti lebih dari 40 anak. Peserta diajak membaca nyaring dan mengikuti sesi storytelling untuk menumbuhkan keberanian serta minat baca.

“Kami berharap taman baca ini bisa menumbuhkan semangat literasi di kalangan anak-anak, terutama di wilayah TPQ Al-Mustofa Sire,” ujar salah satu panitia.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kohati Mataram melaksanakan aksi penanaman 300 pohon di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang. Jenis pohon yang ditanam meliputi ketapang, kayu putih, dan tabebuya. Aksi ini melibatkan peserta, panitia, dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Melalui Kohati Mengabdi, Kohati HMI Cabang Mataram tidak hanya fokus pada isu pernikahan anak dan stunting, tetapi juga memperkuat aspek literasi dan kepedulian lingkungan.

BAZNAS Sumbawa Rekonsiliasi Pengumpulan ZIS UPZ 2025, Enam UPZ Terbaik Terima Penghargaan

“Kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap pentingnya pendewasaan usia pernikahan dan pencegahan stunting. Kegiatan ini adalah kontribusi kami untuk mewujudkan generasi emas 2045 yang sehat dan berdaya,” tutup Dwi Cahya Ambarwati.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page