Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat pelaksanaan Program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) sebagai bagian dari program strategis daerah di bawah kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Mohamad Ansori. Program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan bidang pendidikan yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini, mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Sudarli, S.Pt., M.Si, menyampaikan bahwa keberhasilan PAUD-HI bergantung pada kekuatan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, Disdikbud tidak dapat bekerja sendiri, melainkan harus berjalan seiring dengan OPD lain untuk menciptakan sistem pembelajaran yang menyeluruh bagi anak usia dini.
“Semangat sinergitas lintas OPD menjadi kunci pelaksanaan PAUD-HI. Kami bersama Dinas Kesehatan dan DP2KBP3A terus memperkuat kolaborasi agar seluruh aspek tumbuh kembang anak dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya pada Jumat (28/11/2025).
Melalui kerja sama tersebut, berbagai kegiatan dilakukan seperti pemantauan kesehatan dan gizi anak, penyuluhan bagi orang tua, serta pendampingan bagi satuan pendidikan dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Sudarli menegaskan, pendekatan holistik ini diharapkan mampu menghasilkan generasi yang sehat secara fisik dan emosional.
“Melalui sinergi ini, kami memastikan anak-anak Sumbawa tidak hanya mendapatkan pendidikan yang baik, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terlindungi. Upaya ini juga berkontribusi pada pencegahan stunting serta peningkatan kesejahteraan anak,” tambahnya.
Hingga kini, tercatat lebih dari 325 satuan PAUD di Kabupaten Sumbawa telah menerapkan konsep PAUD-HI melalui program penguatan kapasitas guru dan pengelola lembaga pendidikan. Disdikbud juga terus melakukan pendampingan agar kualitas pembelajaran dan layanan anak usia dini semakin meningkat.
Selain dukungan antar-OPD, Disdikbud Sumbawa juga bersinergi dengan Bunda PAUD Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, yang merupakan istri Bupati Syarafuddin Jarot. Peran Bunda PAUD menjadi bagian penting dalam menggerakkan seluruh lini pendidikan untuk memperkuat pelaksanaan program PAUD-HI di lapangan.
Sejak pelantikan Hj. Ida Fitria sebagai Bunda PAUD, berbagai kegiatan sosialisasi dan pelatihan telah dilakukan untuk memperluas pemahaman tenaga pendidik serta orang tua tentang pentingnya pendekatan holistik.
“Dalam tiga bulan terakhir, setelah pelantikan Bunda PAUD, semua lini bergerak. Kami melakukan sosialisasi dan penguatan kapasitas bagi guru dan orang tua agar mereka memahami bagaimana pendidikan anak usia dini harus memperhatikan aspek kesehatan, gizi, dan karakter,” jelas Sudarli.
Menurutnya, sinergitas antara Disdikbud, Dinas Kesehatan, DP2KBP3A, dan Bunda PAUD menjadi modal besar dalam mewujudkan layanan pendidikan yang terintegrasi di Kabupaten Sumbawa. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan setiap anak usia dini mendapatkan jaminan tumbuh kembang yang optimal dan seimbang.
Sudarli menutup dengan menegaskan komitmen Disdikbud untuk terus memperkuat pelaksanaan PAUD-HI secara terpadu.
“Kami berkomitmen menjadikan PAUD-HI sebagai fondasi kuat untuk melahirkan generasi Sumbawa yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Semangat sinergitas lintas OPD dan dukungan Bunda PAUD akan terus kami jaga demi tercapainya tujuan pendidikan yang berkelanjutan,” pungkasnya.












Comment