Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sumbawa terus memperkuat peranannya dalam mencegah kenakalan anak-anak melalui program Apresiasi Nilai Budaya. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Disdikbud Sumbawa, Sudarli, S.Pt., M.Si, pada Kamis, 4 Desember 2025, saat menjelaskan strategi dinas dalam mengembangkan karakter anak sejak usia dini.
“Kami telah membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Anak serta melaksanakan berbagai program pembinaan karakter. Tantangan terbesar saat ini adalah pengaruh gadget dan pergaulan anak, yang jika tidak dibimbing dapat memicu kenakalan,” ujar Sudarli.
Menurutnya, digitalisasi membuat anak-anak memperoleh informasi dengan cepat, namun hal ini juga dapat menimbulkan perilaku negatif jika tidak ada pendampingan. Disdikbud mendorong anak-anak memahami norma dan adat istiadat melalui kegiatan kreatif, sehingga mereka mampu menyalurkan perilaku positif.
“Kami membangun kesadaran anak-anak sejak dini melalui permainan edukatif dan penguatan nilai budaya. Anak-anak belajar menempatkan peran, menghargai orang lain, dan memahami pentingnya norma serta adat istiadat. Dukungan sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” tambah Sudarli.
Program Apresiasi Nilai Budaya dirancang untuk mengurangi risiko kenakalan anak akibat pergaulan negatif dan gadget. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran karakter menjadi lebih holistik.
“Melalui pendekatan ini, anak-anak Sumbawa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berbudaya, dan memiliki kesadaran moral yang kuat. Pendidikan karakter berbasis budaya menjadi fondasi penting agar mereka mampu menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Sudarli.












Comment