Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Program Sekolah Lapang (SL) Tematik Hortikultura di Kabupaten Sumbawa kini telah berkembang pesat, menjangkau 24 kecamatan setelah sebelumnya hanya dilaksanakan di dua kecamatan. Program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 ini bertujuan meningkatkan produksi hortikultura sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, pada Jumat, 21 Nopember 2025.
“Setiap kecamatan mendapat dukungan lahan percontohan seluas 30 are untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman lain yang sesuai dengan potensi lokal,” ujar Ni Wayan Rusmawati. Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyediakan bahan pangan segar dan bergizi bagi masyarakat.
Hingga saat ini, sembilan dari 24 kecamatan telah berhasil melaksanakan panen. Keberhasilan tersebut menjadi indikator meningkatnya produktivitas dan efektivitas pendampingan yang diberikan kepada petani di lapangan. “Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa pendampingan teknis oleh ahli hortikultura dan pupuk organik benar-benar berdampak pada peningkatan keterampilan dan hasil produksi petani,” jelas Rusmawati.
Kegiatan SL Tematik Hortikultura tidak hanya berupa praktik lapangan, tetapi juga dibekali materi oleh para ahli untuk memastikan penerapan budidaya yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi. Program ini selaras dengan target nasional melalui MBG, yang menekankan penyediaan pangan bergizi bagi sekolah dan rumah tangga.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya terhadap penguatan kemandirian pangan lokal. Kepala Dinas Pertanian menutup pernyataannya dengan menekankan, “Melalui SL Tematik Hortikultura, kami berharap petani semakin mandiri dan program MBG dapat berjalan efektif, sehingga masyarakat menerima pangan yang sehat dan bergizi.”












Comment