Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Komitmen DLH Sumbawa Pertahankan Adipura Lewat Pengelolaan Sampah yang Konsisten

Komitmen DLH Sumbawa Pertahankan Adipura Lewat Pengelolaan Sampah yang Konsisten

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen dalam menangani persoalan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari tanggung jawab DLH dalam mempertahankan prestasi Adipura 2023, yang diserahkan pada tahun 2024 sebagai bentuk apresiasi atas kinerja daerah dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, S.T., M.T., melalui Sekretaris Dinas, Hj. Rahmawaty, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa penghargaan Adipura bukan sekadar simbol prestasi, tetapi merupakan bentuk komitmen nyata DLH dalam menyikapi persoalan sampah di daerah.
“Adipura bagi kami bukan hanya penghargaan, tetapi menjadi tolok ukur atas kerja keras dalam menjaga kebersihan dan menata pengelolaan sampah di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya di ruang kerjanya, Jumat (31/10/2025).

Rahmawaty menjelaskan, penilaian Adipura dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB bersama lembaga swadaya masyarakat (NGO) pemerhati lingkungan.
“Penilaian Adipura dilakukan tanpa ada informasi sebelumnya. Karena itu, kami harus selalu siap setiap saat. Bagi DLH, menjaga kebersihan adalah tugas harian, bukan karena ada penilaian,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penilaian Adipura dilihat dari dua aspek utama, yakni timbunan sampah dan efektivitas pengelolaan sampah di berbagai sektor seperti permukiman, sekolah, dan perkantoran. Selain itu, setelah penilaian dilakukan, tim penilai biasanya memberikan review hasil evaluasi kepada DLH untuk menjadi bahan perbaikan di tahap berikutnya.
“Yang dinilai itu antara lain jumlah timbunan sampah dan efektivitas pengelolaannya. Setelah mereka turun melakukan penilaian, biasanya ada review yang disampaikan kepada kami, apa saja yang perlu diperbaiki,” tambahnya.

Menurutnya, setelah proses review, tim penilai akan kembali melakukan pemantauan lanjutan dengan memberikan informasi hanya pada bulan pelaksanaan tanpa menyebut tanggal pasti.
“Biasanya mereka hanya memberi tahu bulan turun penilaian berikutnya tanpa tanggal. Jadi kami tidak tahu kapan tepatnya, dan itu membuat kami harus selalu siap,” terangnya.

H. Zohran Desak Pembentukan Tim Terpadu untuk Genjot PAD 2026, Target Rp300 Miliar

Rahmawaty menegaskan, DLH Sumbawa menanggapi setiap hasil penilaian dengan langkah tindak lanjut nyata melalui rapat evaluasi dan koordinasi lintas bidang agar seluruh sektor bergerak aktif memperbaiki kekurangan yang ditemukan di lapangan.
“Kami terus melakukan rapat dan pembahasan rutin agar semua bidang tetap fokus memperbaiki hal-hal yang menjadi catatan dari tim penilai. Adipura bukan tujuan akhir, tapi komitmen kami untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tutupn

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page