Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Rhee kini memfokuskan kegiatan pada pembahasan harga pupuk bersubsidi dan penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2026. Hal ini disampaikan Koordinator BPP Kecamatan Rhee, Suhardi, S.Pt, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Sabtu (1/11/2025).
Menurut Suhardi, langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pupuk di lapangan dengan data kelompok tani yang terbaru. “Kami sedang melakukan pendataan ulang agar kebutuhan pupuk bersubsidi benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di masing-masing desa,” jelasnya.
Ia menyebut, ada sepuluh komoditas yang mendapatkan dukungan pupuk bersubsidi, yakni jagung, kedelai, padi, bawang merah, bawang putih, cabai, kopi, kakao, dan tebu. “Komoditas-komoditas ini menjadi prioritas utama dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Kami ingin memastikan petani penggarap tanaman tersebut tidak mengalami kekurangan,” katanya.
Selain pendataan pupuk, BPP Rhee juga tengah menyusun Rencana Kerja tahun 2026 yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan pertanian setempat. Suhardi menegaskan bahwa program penyuluhan tahun depan akan difokuskan pada peningkatan produktivitas dan efisiensi petani. “Kami ingin program kerja tahun depan lebih realistis dan benar-benar menjawab persoalan di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pendataan dan pembahasan ini akan menjadi dasar dalam menentukan arah kegiatan penyuluhan di wilayah Kecamatan Rhee. “Harapan kami, dengan data yang akurat dan perencanaan yang matang, pupuk bisa disalurkan tepat sasaran dan hasil pertanian masyarakat dapat meningkat,” tutup Suhardi.












Comment