Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DISPOPAR) Kabupaten Sumbawa terus mengintensifkan langkah promosi wisata daerah dengan berbagai cara, baik melalui jalur digital, kemitraan komunitas, hingga jaringan nasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah untuk meningkatkan jumlah wisatawan sepanjang 2025.
Kepala DISPOPAR Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos, menyampaikan bahwa promosi tidak lagi dilakukan secara konvensional. “Kami berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan tren dan kebutuhan wisatawan. Saat ini, pendekatan promosi berbasis kolaborasi dan teknologi menjadi keharusan,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (31/10/2025).
Ia menjelaskan, tahun ini DISPOPAR memperkuat kerja sama dengan pelaku pariwisata lokal, komunitas kreatif, dan media digital untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi wisata unggulan Sumbawa. “Kolaborasi menjadi kunci. Kami tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus melibatkan banyak pihak agar pesan promosi tersampaikan secara luas,” terangnya.
Selain itu, Sumbawa juga aktif dalam kegiatan nasional melalui Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Partisipasi tersebut menjadi momentum penting dalam menonjolkan nilai sejarah, adat istiadat, dan daya tarik wisata berbasis budaya. “Kami ingin Sumbawa dikenal bukan hanya karena alamnya, tapi juga karena warisan budaya dan karakter masyarakatnya,” kata Tata.
Ia optimistis, dengan strategi promosi yang berlapis, keterlibatan komunitas lokal, serta dukungan berbagai pihak, jumlah kunjungan wisatawan dapat terus meningkat. “Kalau semua pihak terlibat dan arah kerja jelas, hasilnya pasti terlihat,” pungkasnya.












Comment