Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berkarakter, SMP Putri Khodijah Sumbawa hadir sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang menawarkan pendekatan berbeda. Sekolah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Khadijah Islamic Boarding School (IBS) ini menanamkan nilai-nilai adab, kedisiplinan, dan kasih sayang dalam setiap langkah pembelajaran.
Kepala Sekolah Ridwan, S.Pd., M.M.Inov. mengatakan, sejak awal berdirinya pada Juli 2024, SMP Putri Khodijah memiliki visi besar: “Membentuk generasi muslimah yang rabbani, beradab, penghafal Al-Qur’an, unggul dalam prestasi, dan berakidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.”
“Sejak awal kami berkomitmen menghadirkan pendidikan yang kuat dalam ilmu agama sekaligus relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jum’at (17/10/2025).
Dengan kurikulum terpadu antara Kurikulum Diniyyah dan Kurikulum Nasional (Dikbud), SMP Putri Khodijah tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman secara mendalam. Sekolah yang berlokasi di Komplek Bayangkara Residence Baiti Jannati, Moyo Hilir, Sumbawa ini berdiri di bawah naungan Yayasan As Siddiq Al-Chairiyyah sebuah yayasan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Pada tahun pertama berdirinya, SMP Putri Khodijah berhasil merekrut 28 santriwati dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Kini, jumlah santriwatinya terus meningkat hingga mencapai 56 orang, seiring dengan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan dan pembinaan karakter yang diterapkan.
Meski baru beroperasi selama setahun, sekolah ini sudah memantapkan diri dengan akreditasi A serta menghadirkan beragam program unggulan seperti Tahfidzul Qur’an, Tahfidzul Hadits, Pendidikan Kepemimpinan, Public Speaking, dan Pembiasaan Dua Bahasa (Arab dan Inggris). “Program-program ini kami rancang untuk mencetak santriwati yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga mampu tampil percaya diri dan siap bersaing di era global” ucap Ridwan
Uang masuk pondok ini juga relatif murah dengan perlengkapan dasar seperti kasur, ranjang, lemarin kursi meja dan lainnya, serta konsumsi bergizi harian.
“Walaupun biayanya lebih rendah, kami tetap menjaga kualitas fasilitas dan layanan. Kami ingin semua kalangan punya kesempatan yang sama untuk menimba ilmu di sini,” tutur Ridwan.
Bagi calon santriwati yang memiliki semangat belajar namun terkendala ekonomi, pihak sekolah membuka ruang pertimbangan khusus agar mereka tetap bisa bersekolah. Kepedulian pondok juga diwujudkan dalam Program Aitam yaitu pembebasan biaya bagi santriwati yang ditinggalkaan ayah selama masa pendidikan. “Program Aitam ini adalah bentuk kepedulian kami. Jika ada santriwati yang ayahnya meninggal dunia saat mondok, maka kami gratiskan pendidikannya sampai selesai,” jelas Ridwan.
Selain fokus pada mutu dan biaya pendidikan, SMP Putri Khodijah Sumbawa juga menaruh perhatian besar terhadap persoalan bullying di lingkungan sekolah dan pondok.
Pihak sekolah menggandeng PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sumbawa serta psikolog setempat untuk memberikan edukasi sejak awal masa orientasi santriwati baru. Langkah ini dilakukan agar para siswi memahami pentingnya menghargai sesama, menjaga batas pribadi, serta membangun lingkungan yang saling mendukung.
“Kami sadar bahwa persoalan bullying adalah musuh bersama. Karena itu, sejak awal penerimaan santriwati baru, kami lakukan pembinaan agar mereka saling menghargai dan peduli satu sama lain,” tegas Ridwan.
Pendampingan pun dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, bukan hanya ketika ada kasus. Pihak pondok memastikan nilai-nilai empati, kasih sayang, dan kebersamaan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari di asrama.
Melalui pendekatan yang menyatukan pendidikan karakter dan sains, SMP Putri Khodijah Sumbawa berharap dapat menjadi contoh lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
“Harapan kami sederhana, agar para santriwati tumbuh menjadi generasi muslimah yang beradab, cerdas, berakhlak mulia, dan siap membuka pintu-pintu kebaikan di masa depan.” tutup Ridwan.












Comment