Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa mencatat 112 hektare lahan pertanian di Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, terdampak banjir setelah tanggul sungai di wilayah itu jebol beberapa hari lalu. Meski sebagian area sempat tergenang, pemerintah memastikan kondisi lahan masih dapat dipulihkan dan belum masuk kategori gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., menyampaikan bahwa banjir merendam lahan pertanian di tiga dusun, yakni Buin Rare, Bangun Bersama, dan Bersama. “Totalnya 112 hektare. Tim kami masih memeriksa kondisi terkini untuk memastikan sejauh mana dampaknya terhadap tanaman,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, luapan air berasal dari jebolnya tanggul pengaman sungai yang posisinya berdekatan langsung dengan lahan warga. Genangan air sempat meluas, namun kini berangsur surut. “Lahan yang terdampak memang berada tepat di tepi sungai tanpa pengaman. Begitu tanggul jebol, air langsung meluap ke lahan pertanian masyarakat,” ujarnya.
Selain di Sepayung, banjir juga merendam sekitar tiga hektare lahan bawang di Batu Putih. Namun kondisi tanaman masih terbilang aman karena baru berusia 30 hari dan rencananya akan dijadikan bibit untuk musim tanam 2026. “Tanaman bawang di Batu Putih belum rusak. Usianya masih muda dan bisa dimanfaatkan sebagai bibit,” ungkapnya.
Ni Wayan menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan lapangan dan membantu petani agar dapat meminimalkan kerugian. Namun, ia menyoroti rendahnya minat petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang sebenarnya bisa memberikan perlindungan finansial ketika terjadi bencana.
“Masih sedikit petani yang ikut program AUTP, padahal manfaatnya sangat besar. Kalau terjadi gagal panen, mereka bisa mendapatkan bantuan Rp6 juta per hektare,” katanya.
Ia menilai, program asuransi pertanian menjadi instrumen penting dalam melindungi usaha tani dari dampak perubahan cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak petani terdaftar dalam program tersebut.
“Kami mendorong petani untuk sadar risiko. Dengan ikut asuransi, kerugian akibat bencana bisa ditekan dan usaha tani mereka tetap berkelanjutan,” pungkasnya.












Comment