Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Bappeda Sumbawa Dorong Hilirisasi Pertanian dan Kelautan untuk Percepatan Ekonomi Daerah

Bappeda Sumbawa Dorong Hilirisasi Pertanian dan Kelautan untuk Percepatan Ekonomi Daerah

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus mengarahkan kebijakan pembangunan daerah pada sektor-sektor yang bersifat berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (24/11/2025), menjelaskan bahwa Sumbawa memiliki dua kelompok sumber daya alam, yaitu sumber daya tidak terbarukan seperti mineral dan tambang, serta sumber daya terbarukan seperti pertanian dan kelautan. “Transformasi ekonomi harus diarahkan pada sektor terbarukan, karena sektor ini mampu menopang kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut Dedi, pertanian dan kelautan menjadi pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Selain memiliki kontribusi besar terhadap kebutuhan masyarakat, sektor tersebut juga memiliki potensi hilirisasi yang luas, sehingga dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.

“Pertanian dan kelautan tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga memiliki peluang hilirisasi yang harus kita optimalkan agar memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sejumlah komoditas perkebunan juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kopi Sumbawa, misalnya, kini menyumbang lebih dari 42 persen produksi kopi di Provinsi NTB, sementara bawang merah terus meningkat dengan kontribusi mencapai 13,83 persen.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pemerintah daerah terus mendorong penguatan agrobisnis dan agroindustri. Dedi menekankan bahwa komoditas lokal harus diolah langsung di daerah agar tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah.

“Hasil pertanian dan kelautan harus diolah di Sumbawa. Gabah harus menjadi beras kemasan, jagung diarahkan untuk industri pakan, dan rumput laut serta udang perlu diolah sebelum diekspor,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa strategi ini juga mendorong peluang investasi di sektor industri kecil, menengah, hingga besar. Selain memperluas lapangan kerja, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan.

Sebagai penutup, Dedi menekankan pentingnya konsistensi pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang berbasis potensi lokal. “Kami ingin pembangunan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan mendorong kesejahteraan yang merata,” Tutupnya.

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page