Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (BEM UTS) bersama BEM STIKES dan TNI Kompi Senapan B melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Senawang, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini berfokus pada layanan kesehatan gratis, pendidikan, serta aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Program tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Selain pemeriksaan kesehatan dan edukasi untuk anak-anak, kegiatan juga diramaikan dengan lomba tradisional dan hiburan rakyat yang diikuti seluruh lapisan masyarakat.
Agenda penting lainnya adalah kerja bakti menutup lokasi pemandian warga di sungai yang sekaligus menjadi sumber air minum. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat, disertai edukasi tentang pentingnya melindungi sumber air bersih.
Presiden Mahasiswa BEM UTS, Widarman, menegaskan bahwa kolaborasi lintas elemen ini merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam menjawab persoalan di daerah terpencil.
“Kami melihat masyarakat masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar, terutama kesehatan dan air bersih. Dengan kerja sama ini, kami berharap langkah kecil yang dilakukan dapat membawa perubahan signifikan,” tegasnya.
Seorang warga, Aripin, mengaku kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Senawang.
“Mereka membantu kami dalam banyak hal, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga kebersihan air. Program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dusun Senawang A, Ilman, yang menilai kegiatan ini sangat membantu warganya.
“Kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun gotong royong. Jika diadakan lagi kegiatan serupa, kami akan mendukung penuh,” ungkapnya.
BEM UTS menargetkan kegiatan pengabdian masyarakat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan semangat peringatan HUT ke-80 RI, mahasiswa berkomitmen melanjutkan kolaborasi untuk memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat di wilayah terpencil.












Comment