Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa yang juga Bunda PAUD Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Jarot, S.E., menegaskan bahwa tantangan utama pendidikan anak usia dini saat ini bukan hanya soal fasilitas atau metode belajar, tetapi pada keterlibatan keluarga dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.
Menurutnya, banyak anak kehilangan kesempatan belajar yang optimal bukan karena kurangnya lembaga PAUD, melainkan karena masih minimnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan sejak dini.
“Pendidikan anak tidak dimulai ketika mereka masuk sekolah, tapi sejak mereka lahir. Peran keluarga, terutama orang tua, adalah kunci dalam membentuk karakter dan pola pikir anak di masa depan,” tegas Hj. Ida Fitria Jarot, Sabtu (15/11/2025).
Ia menilai, sebagian masyarakat masih menganggap PAUD sebatas tempat bermain, padahal lembaga tersebut berperan penting dalam membangun kemampuan dasar anak. Karena itu, kerja sama antara orang tua dan lembaga PAUD perlu diperkuat agar pendidikan usia dini benar-benar mampu membentuk fondasi yang kokoh bagi anak.
“Guru PAUD tidak bisa bekerja sendiri. Mereka membutuhkan dukungan dari orang tua agar pembelajaran berjalan konsisten antara di sekolah dan di rumah,” ujarnya.
Hj. Ida Fitria Jarot menegaskan, salah satu persoalan mendasar dalam pendidikan usia dini di daerah adalah masih terbatasnya pendampingan bagi keluarga dalam memahami kebutuhan psikologis dan emosional anak. Ia mendorong agar pemerintah daerah dan lembaga PAUD memperluas program edukasi bagi orang tua.
“Kita perlu memperbanyak kegiatan edukatif yang menyasar keluarga, bukan hanya anak. Orang tua perlu memahami bagaimana cara mendidik dengan kasih sayang tanpa tekanan, karena itulah dasar dari pendidikan yang sesungguhnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa membangun PAUD berkualitas harus dimulai dari lingkungan yang menghargai perbedaan dan menumbuhkan kepercayaan diri anak. Setiap anak, katanya, memiliki cara belajar dan kecepatan perkembangan yang berbeda, sehingga sistem pendidikan perlu memberi ruang bagi keberagaman tersebut.
“Anak-anak kita tidak bisa diseragamkan. Tugas kita adalah membantu mereka menemukan potensi terbaiknya, bukan memaksakan kehendak orang dewasa,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hj. Ida Fitria Jarot saat menghadiri Gebyar PAUD Kabupaten Sumbawa 2025 di GOR Mampis Rungan, Sumbawa Besar, yang diikuti ribuan peserta dari berbagai lembaga PAUD se-Kabupaten Sumbawa.
Ia menutup dengan pesan agar setiap pihak tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi lebih menekankan pada tindak lanjut nyata dalam membangun sistem PAUD yang berpihak pada anak dan keluarga.
“Pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab bersama. Tidak cukup dengan perayaan, tapi harus diwujudkan dalam kebijakan, pendampingan, dan aksi nyata,” pungkasnya.












Comment