Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Bupati Jarot Ikhtiarkan Pembangunan RSUD Sering Masuk Skema Inpres

Bupati Jarot Ikhtiarkan Pembangunan RSUD Sering Masuk Skema Inpres

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk menuntaskan pembangunan RSUD Sering kembali ditegaskan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. Di tengah belum tersedianya anggaran lanjutan dari Kementerian Kesehatan, Pemkab terus bergerak mencari celah pendanaan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) agar pembangunan fasilitas kesehatan tersebut tidak terhenti.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (28/11/2025), Bupati menyampaikan bahwa kondisi anggaran pusat belum memberi ruang bagi percepatan pembangunan. “Di Kementerian Kesehatan memang belum ada anggaran yang disiapkan, tetapi kami terus berikhtiar supaya pembangunan ini bisa ditangani melalui inpres,” ujarnya.

Ia menilai kelanjutan proyek ini mendesak karena kondisi RSUD yang beroperasi di Jalan Garuda sudah tidak memungkinkan lagi untuk dikembangkan. “Rumah sakit di Jalan Garuda tidak bisa diperluas. Lahannya sempit dan sudah tidak mungkin menambah fasilitas,” jelasnya. Bupati menegaskan bahwa keputusan mendorong pembangunan RSUD Sering bukan semata pilihan, tetapi kebutuhan yang tak bisa ditunda. “Karena itu kami ikhtiarkan lewat inpres agar pembangunannya tetap berlanjut,” katanya.

Bupati kemudian memaparkan bahwa pemerintah pusat telah melihat langsung kondisi lapangan. “Pak Menteri sudah datang memeriksa keadaan rumah sakit. Saya juga sudah melakukan presentasi di Kementerian mengenai situasi RSUD yang eksis sekarang,” ungkapnya. Ia menilai kunjungan dan paparan tersebut penting sebagai dasar pengajuan agar pemerintah pusat memahami urgensi pemindahan layanan kesehatan.

Menurutnya, RSUD Sering memiliki kapasitas pengembangan yang jauh lebih memadai. “Di RSUD Sering kita punya lahan sembilan hektare dan sangat representatif untuk terus dikembangkan. Permasalahannya adalah anggaran daerah kita sangat terbatas,” ujar Bupati. Kondisi itu berbanding terbalik dengan RSUD Jalan Garuda yang selama ini dinilai kurang nyaman. “Kami tidak menampik bahwa pelayanannya tidak maksimal, karena fasilitasnya kumuh dan tidak ada ruang parkir,” tambahnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Bupati Jarot juga membeberkan bahwa kebutuhan anggaran lanjutan masih cukup besar. “Untuk menyelesaikan pembangunan, kita masih membutuhkan sekitar Rp300 miliar karena beberapa gedung dan sarana pendukung belum dibangun,” sebutnya. Saat ini, progres fisik baru berada di angka 27 persen dan ditargetkan dapat meningkat menjadi 37 persen pada akhir 2025. “Kami terus memaksimalkan apa yang bisa dilakukan agar pembangunan tetap berjalan,” ujar Bupati.

Menutup keterangannya, Bupati menekankan bahwa keberlanjutan proyek RSUD Sering berkaitan langsung dengan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Sumbawa. “Kami sangat berharap pemerintah pusat bisa membantu. Pembangunan ini tidak boleh terhenti karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page