Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengingatkan bahwa kerusakan hutan di wilayah Sumbawa dapat menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan sumber air dan ketahanan pertanian masyarakat.
Dalam pernyataannya pada Selasa (11/11/2025), Bupati Jarot menyampaikan kekhawatiran terhadap menurunnya kualitas lingkungan akibat aktivitas pertanian tanpa memperhatikan aspek konservasi. “Kalau hutan rusak, air hilang, petani pun kehilangan pekerjaan. Menjaga hutan adalah menjaga hidup kita sendiri,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa keseimbangan alam adalah fondasi utama keberhasilan ekonomi desa. Pemerintah, menurutnya, terus berupaya menanamkan kesadaran kepada masyarakat agar menanam pohon tidak sekadar simbol, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup.
“Menanam tanpa pagar sama dengan membuang garam ke laut,” ujarnya mengingatkan. “Kita tidak bisa bicara pertanian maju tanpa memastikan lingkungan yang sehat.”
Bupati Jarot menambahkan, pelestarian hutan harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Ia mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen menjaga tutupan lahan dan memulihkan daerah tangkapan air sebagai upaya menghadapi perubahan iklim di tingkat lokal.












Comment