Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Bupati Jarot Lantik 132 Pejabat Struktural, Rotasi Sejumlah Jabatan Strategis untuk Perkuat Birokrasi

Bupati Jarot Lantik 132 Pejabat Struktural, Rotasi Sejumlah Jabatan Strategis untuk Perkuat Birokrasi

Sumbawa Besar,Merdekainsight.com — Menutup akhir tahun dengan langkah pembenahan tata kelola pemerintahan, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. melantik dan mengukuhkan 132 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Prosesi pelantikan digelar di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (31/12/2025), disaksikan oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan para kepala perangkat daerah.

Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 1796 dan 1797 Tahun 2025, yang memuat pengangkatan, pemindahan, serta penyesuaian jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkup Pemkab Sumbawa. Rotasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran struktur organisasi untuk mempercepat kinerja birokrasi dan pelayanan publik.

Dalam arahannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa jabatan bukanlah bentuk penghargaan pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan dedikasi dan tanggung jawab.
“Jabatan bukan hadiah, bukan tempat beristirahat. Ini titik awal untuk berlari lebih cepat. Birokrasi harus menjadi air yang mengalir, bukan batu yang menghambat pelayanan masyarakat,” tegas Bupati.

Ia juga menekankan bahwa ritme kerja pemerintahan tidak boleh melambat meskipun masa kepemimpinan baru berjalan 10 bulan.
“Tantangan pembangunan tidak menunggu kesiapan kita. Karena itu, semua pejabat harus menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang cepat, produktif, dan berorientasi hasil,” ujarnya.

Rotasi kali ini mencakup sejumlah posisi strategis di tingkat eselon II dan III. Berdasarkan lampiran keputusan resmi, Jayakusuma, S.Sos. kini dipercaya menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumbawa, menggantikan posisi sebelumnya sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Sementara Varian Bintoro, S.Sos., M.Si. yang sebelumnya memimpin Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kini dilantik menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Perubahan signifikan juga terjadi di lingkungan Sekretariat Daerah dan perangkat wilayah. Rachman Ansori, S.Sos., M.S.E. bergeser menjadi Asisten Administrasi Umum Setda, sedangkan Abdul Haviedz, S.T., M.Ec.Dev. menempati posisi baru sebagai Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan DPRD Kabupaten Sumbawa.

Di jajaran kecamatan, beberapa pergantian penting turut dilakukan. Sudarli, S.Pt., M.Si. kini menjabat sebagai Camat Plampang, menggantikan Ulumuddin, S.E. yang dimutasi menjadi Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.
Selain itu, Ardian Pranata, S.STP. resmi dilantik sebagai Camat Labuhan Badas, Awaluddin Safari, S.H. menempati posisi Camat Moyo Utara, dan Deden Fitriyadi, S.STP., M.Si. dipercaya sebagai Camat Moyo Hulu.

Bupati Jarot menegaskan bahwa mutasi ini dilakukan secara objektif dan melalui proses penilaian kinerja, bukan karena kedekatan personal.
“Rotasi ini adalah kebutuhan organisasi, bukan transaksional. Saya ingin birokrasi yang profesional, yang bergerak karena kinerja, bukan karena kepentingan,” tegasnya lagi.

Selain pelantikan pejabat eselon II dan III, SK tersebut juga mencakup sejumlah perubahan di level eselon IV, termasuk kepala bidang, kepala seksi, hingga kepala UPT di berbagai dinas dan kecamatan. Pergeseran ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan di tingkat akar rumput dan mempercepat implementasi program prioritas daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Jarot memaparkan beberapa proyek strategis yang akan segera dijalankan tahun depan, antara lain pembangunan jalan Inpres senilai Rp88 miliar untuk ruas Batu Dulang–Tepal, serta proyek lanjutan senilai Rp280 miliar untuk ruas Lenangguar–Orong Telu–Batu Rotok.

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

Ia juga mengumumkan rencana besar pembangunan industri unggas terintegrasi di Serading dengan nilai investasi Rp1,6 triliun, serta percepatan penetapan Kawasan Samota sebagai Kawasan Ekonomi Biru dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Bupati menutup arahannya dengan pesan kuat kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjadikan momentum mutasi ini sebagai panggilan tanggung jawab, bukan seremonial belaka.
“Tugas kita bukan menunggu perubahan, tapi menjadi penggerak perubahan itu sendiri. Mari bekerja cepat, tepat, dan berintegritas untuk Sumbawa yang maju dan lestari,” pungkasnya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page