Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan kepedulian terhadap berbagai persoalan keummatan yang aktual. Salah satunya melalui pelaksanaan kajian tematik dan penerbitan fatwa lokal untuk menjawab tantangan keagamaan di tengah perubahan sosial yang cepat.
Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, DGH. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov, mengatakan bahwa MUI tidak hanya menjadi lembaga keagamaan, tetapi juga wadah konsultasi umat dalam berbagai persoalan moral dan sosial. “MUI hadir untuk memberikan bimbingan dan kejelasan hukum terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat, seperti moderasi beragama, aliran menyimpang, dan etika digital,” ungkapnya, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan, sejumlah kajian telah digelar dengan melibatkan tokoh agama, akademisi, dan unsur pemerintah. Hasil kajian tersebut kemudian menjadi dasar dalam mengeluarkan fatwa atau rekomendasi yang disampaikan kepada masyarakat dan lembaga terkait.
“Fatwa lokal ini penting karena lebih kontekstual dengan kondisi keummatan di daerah. MUI ingin setiap kebijakan keagamaan dapat menjawab kebutuhan riil umat di Sumbawa,” tambahnya.
Faisal menegaskan bahwa melalui pendekatan ilmiah dan dialogis, MUI ingin meneguhkan Islam sebagai sumber pencerahan dan solusi. “Kami berupaya agar setiap keputusan MUI menjadi pijakan moral bagi masyarakat dalam bersikap dan bertindak secara arif,” tutupnya.












Comment