Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Diskukmindag Sumbawa Dorong Geliat Sektor Riil Lewat Festival UMKM Tiap Bulan di 24 Kecamatan

Diskukmindag Sumbawa Dorong Geliat Sektor Riil Lewat Festival UMKM Tiap Bulan di 24 Kecamatan

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmindag) Kabupaten Sumbawa terus berinovasi melalui program pemberdayaan sektor riil berbasis kegiatan masyarakat. Salah satunya dengan mengusulkan pelaksanaan festival UMKM secara rutin di setiap kecamatan mulai tahun 2026 mendatang.

Kepala Diskukmindag Kabupaten Sumbawa, E.S. Adi Nusantara, S.T., M.Sc., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/12/2025). Ia menegaskan bahwa keberadaan UMKM menjadi cerminan nyata kondisi ekonomi di daerah. “Kalau kita melihat UMKM, maka kita akan melihat sektor riil di daerah. Karena UMKM adalah penopang perekonomian nasional. Artinya, melihat sektor riil ini menjadi indikator apakah ekonomi kita sedang baik-baik saja atau sedang melambat,” ujarnya.

Adi menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dapat dilihat dari komponen utama dalam teori pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor, dan impor. “Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi secara teoritis, rumusnya adalah Y = C + G + I + (X – M). Masing-masing komponen ini harus diperhatikan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan. Untuk NTB sendiri targetnya di kisaran 5,5 sampai 6 persen, sementara Kabupaten Sumbawa sekitar 5 persen,” terangnya.

Menurutnya, belanja pemerintah memiliki peran besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor UMKM. Ia mencontohkan, pada tahun 2026 mendatang Kabupaten Sumbawa diperkirakan akan mengalami pengurangan anggaran yang cukup signifikan. “Begitu belanja pemerintah berkurang, misalnya proyek-proyek pembangunan dan bantuan untuk UMKM, maka aktivitas sektor riil juga ikut melambat. Ini berdampak langsung terhadap konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipatif, Bappeda dan Dispopar bersinergi bersama DisKUKMindag agar pelaksanaan festival atau event bulanan digelar di seluruh kecamatan. “Bappeda dan Dispopar bersinergi bersama kami DisKUKMindag dengan mengusulkan agar di setiap bulan ada dua festival di dua kecamatan berbeda. Bentuknya bisa berupa kegiatan budaya, olahraga, kesenian, atau yang lain sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Tujuannya agar geliat UMKM tidak hanya di kota, tapi juga menyentuh wilayah kecamatan bahkan desa,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Adi menuturkan, langkah ini meniru keberhasilan Kabupaten Banyuwangi dalam menggerakkan sektor riil melalui rangkaian event yang berdampak positif pada peningkatan pendapatan daerah. “Kita melihat contoh Banyuwangi yang berhasil mendorong pertumbuhan UMKM dan PAD lewat event festival. Itu sebabnya kami ingin menerapkan hal serupa di Sumbawa,” tambahnya.

Selain memacu aktivitas ekonomi, Diskukmindag juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM. “Persoalan UMKM ini bukan hanya soal bagaimana menjalankan usaha, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas SDM-nya. Dibutuhkan pelaku usaha yang kreatif dan inovatif karena banyak yang masih berpikir hanya soal mengembalikan modal dan mencari untung, bukan mengembangkan unit usahanya,” terangnya.

Untuk itu, Diskukmindag terus mengadakan pelatihan dan pembekalan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa. “Kami memberikan pelatihan terkait strategi pemasaran, peluang pasar, dan pengetahuan kewirausahaan agar dalam satu periode RPJMD nanti, UMKM kita bisa naik kelas,” ujarnya.

Adi juga menekankan pentingnya legalitas usaha bagi pelaku UMKM. “Setidaknya pelaku usaha mikro memiliki sertifikasi seperti PIRT untuk produk makanan, sertifikat halal dengan skema self declare gratis, serta memahami NIB dan NPWP. Dengan bekal seperti ini, mereka akan lebih siap dan paham bagaimana berwirausaha secara benar,” pungkasnya.

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page