SumbawaBesar, Merdekainsight.com — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa tidak hanya fokus pada pelatihan formal berbasis kompetensi di sektor industri, tetapi juga mengadakan pelatihan informal untuk masyarakat. Pelatihan ini meliputi keterampilan seperti tata boga, desain grafis, hingga barista, sebagai upaya meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang wirausaha bagi generasi muda.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si, melalui Auliah Asman selaku Sekretaris Disnakertrans, menjelaskan bahwa langkah ini juga dimaksudkan untuk menggeser distribusi tenaga kerja dari sektor pertanian, yang masih mendominasi angka tenaga kerja di Kabupaten Sumbawa. “Kami tahu betul, tenaga kerja di Sumbawa lebih tinggi di sektor pertanian. Dengan pelatihan informal ini, kami ingin memberi alternatif keterampilan agar masyarakat bisa mengembangkan potensi di sektor lain,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (1/11/2025).
Auliah menambahkan bahwa pelaksanaan pelatihan informal masih terkendala peralatan dan fasilitas, sehingga Disnakertrans tidak dapat melaksanakannya sendiri. “Ke depan, kami akan menggandeng Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmindag) Sumbawa untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga dapat membuka usaha sendiri melalui UMKM,” jelasnya.
Langkah ini juga sejalan dengan tren positif UMKM di tingkat nasional, termasuk di Kabupaten Sumbawa, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. “Melalui pelatihan informal, kami berharap peserta tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Mereka dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk memulai usaha mandiri, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian lokal,” tegas Auliah.
Disnakertrans Kabupaten Sumbawa menekankan bahwa strategi ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi keterampilan tenaga kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM sebagai sektor yang potensial. Dengan sinergi antara pelatihan informal dan dukungan peralatan dari Diskukmindag, diharapkan masyarakat Sumbawa dapat lebih produktif, mandiri, dan siap menghadapi persaingan ekonomi modern.












Comment