Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Dispusip Sumbawa Dorong Transformasi Digital Lewat Aplikasi SRIKANDI

Dispusip Sumbawa Dorong Transformasi Digital Lewat Aplikasi SRIKANDI

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Era digital menuntut sistem kearsipan pemerintah beradaptasi lebih cepat. Untuk menjawab tantangan itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumbawa kini mulai mendorong penerapan Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Dispusip Sumbawa, Abu Bakar, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa SRIKANDI merupakan program nasional yang digagas oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bersama Kementerian PANRB, Kominfo, dan BSSN sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Melalui sistem ini, seluruh proses surat-menyurat, disposisi, hingga penyimpanan arsip kini bisa dilakukan secara digital dan terintegrasi antarinstansi.

“SRIKANDI menjadi solusi modern dalam tata kelola arsip pemerintahan. Dokumen yang dulu disimpan secara fisik, sekarang bisa dikelola secara elektronik, ditandatangani digital, dan otomatis terekam dalam sistem nasional,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/11/2025).

Menurut Abu Bakar, aplikasi ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memperkuat keamanan data dan efisiensi layanan publik. Setiap surat dan berkas yang diproses melalui SRIKANDI memiliki rekam jejak digital yang dapat ditelusuri secara transparan.

“Dengan sistem ini, tidak ada lagi proses bolak-balik surat antarinstansi. Semua bisa dilakukan secara daring, dan pimpinan dapat menandatangani dokumen langsung dari perangkatnya masing-masing. Ini cara kerja baru birokrasi yang lebih cepat dan akuntabel,” ujarnya.

H. Zohran Desak Pembentukan Tim Terpadu untuk Genjot PAD 2026, Target Rp300 Miliar

Ia menambahkan, penerapan SRIKANDI di Sumbawa dilakukan secara bertahap. Saat ini, baru beberapa OPD yang sudah mulai menggunakan sistem tersebut dalam kegiatan surat-menyurat dan pengarsipan internal. Dispusip terus memberikan pendampingan dan pelatihan agar seluruh instansi daerah dapat menyesuaikan diri dengan pola kerja digital ini.

“Kami sudah melakukan uji coba di beberapa dinas, termasuk Dinas Kesehatan dan juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Ke depan, seluruh OPD akan kami dorong agar aktif menggunakan SRIKANDI secara penuh,” ungkap Abu Bakar.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penggunaan SRIKANDI juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah mewujudkan birokrasi paperless serta mendukung target transformasi digital pemerintahan. Selain efisiensi, sistem ini juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas dan ruang penyimpanan fisik.

“Ini bukan sekadar perubahan sistem, tapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja. Kearsipan sekarang bukan hanya soal menyimpan dokumen, tetapi bagaimana informasi bisa diakses cepat dan aman untuk mendukung keputusan publik,” tegasnya.

Abu Bakar berharap, penerapan SRIKANDI dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan terbuka di Kabupaten Sumbawa.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

“Kami optimistis, dengan dukungan semua pihak, Sumbawa bisa menjadi salah satu daerah yang berhasil menerapkan sistem kearsipan digital secara menyeluruh,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page