Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa mengingatkan pentingnya peran dan pengawasan orang tua terhadap anak di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin pesat. Hal ini disampaikan oleh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Si., Apt., M.Si., melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), Tati Haryati, S.Psi., M.M.Inov., saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini sangat mempengaruhi karakter dan perilaku anak, terutama pada usia pertumbuhan. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat melalui media digital, sehingga pengawasan orang tua terhadap konten yang diakses menjadi hal yang sangat penting.
“Anak-anak di usia pertumbuhan cenderung melakukan tindakan sesuai dengan apa yang dilihatnya. Karena itu, pengawasan orang tua sangat dibutuhkan terhadap konten-konten yang diakses anak melalui media online,” ujar Tati Haryati.
Ia menambahkan, pengawasan juga perlu dilakukan terhadap aplikasi perpesanan seperti WhatsApp. Berdasarkan pengamatan pihaknya, konten negatif kini turut menyebar melalui grup WhatsApp yang diikuti anak-anak.
“Kami menemukan ada grup WhatsApp yang ternyata digunakan untuk membagikan konten pornografi, radikalisme, bahkan terorisme. Karena itu, penting bagi orang tua untuk secara berkala mengecek WhatsApp anak, memastikan mereka tidak tergabung dalam grup seperti itu,” tegasnya.
Selain pengaruh media digital, Tati juga menyoroti maraknya kasus judi online yang melibatkan anak usia remaja. Menurutnya, hal ini menjadi fenomena yang sangat mengkhawatirkan dan perlu pengawasan intensif dari orang tua.
Ia juga menyinggung peristiwa viral yang memperlihatkan perkelahian pelajar perempuan di media sosial beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut, teman-teman pelaku justru menonton tanpa melerai. Menindaklanjuti hal itu, DP2KBP3A melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sumbawa telah berkoordinasi dengan Polres Sumbawa dan Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Sumbawa untuk melakukan penanganan dan pencegahan kekerasan di sekolah.
“Kami langsung turun ke lapangan bersama kepolisian dan lembaga perlindungan anak untuk menangani serta mencegah kejadian serupa. Kasus seperti ini banyak dipengaruhi tontonan di media sosial dan berkaitan erat dengan perilaku bullying,” jelasnya.
Menurut Tati, bullying merupakan masalah serius yang harus menjadi perhatian semua pihak. Ia menegaskan bahwa tindakan bullying adalah musuh bersama dan harus dicegah agar tidak terjadi lagi di lingkungan sekolah di Kabupaten Sumbawa.
Sebagai langkah konkret, DP2KBP3A secara rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah-sekolah terkait pentingnya pengawasan terhadap anak. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan Sumbawa sebagai Kabupaten Layak Anak.
Selain itu, pihaknya juga memberikan himbauan kepada orang tua dan guru untuk memperkuat karakter anak dengan nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan falsafah Tau dan Tana Samawa.
“Kami mengajak orang tua dan guru menanamkan karakter baik anak terhadap Allah, sejalan dengan nilai Taket ko Nene Kangila Boat Lenge, Saling Pendi, Saling Sakiki, Saling Santuret, dan Saling Satingi,” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Tati menekankan bahwa keberhasilan perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab DP2KBP3A, tetapi memerlukan kolaborasi lintas instansi dan peran aktif orang tua.
“Kami berharap kerja sama lintas OPD dan peran orang tua dapat memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan yang aman dan tanpa kekerasan, sehingga mereka memiliki kondisi psikologis yang baik dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.












Comment