Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Upaya penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa dipercepat pada penguatan program pembangunan keluarga. Pemerintah daerah melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) kini memfokuskan intervensi pada penerapan Program Kampung Keluarga Berkualitas yang dijalankan secara kolaboratif dengan berbagai perangkat daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris DP2KBP3A Sumbawa, dr. Hj. Nita Ariyani, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/11/2025). Ia menjelaskan bahwa program tersebut menjadi pendekatan baru sejak pemerintah pusat mengganti konsep Kampung KB beberapa tahun lalu. “Melalui Kampung Keluarga Berkualitas, pembinaan keluarga bisa diarahkan lebih spesifik dan melibatkan OPD yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Ia mengatakan DP2KBP3A berperan mengumpulkan data kebutuhan keluarga sebagai dasar intervensi, khususnya yang berkaitan dengan sarana sanitasi dan akses air bersih. Data tersebut kemudian dikoordinasikan dengan Dinas PRKP dan Dinas PUPR agar dapat ditangani melalui anggaran pembangunan.
“Semua kebutuhan yang kami identifikasi kami teruskan ke OPD teknis untuk diproses lebih lanjut, dan seluruhnya diintegrasikan dengan mekanisme TPPS agar penanganannya tidak tumpang tindih,” ujarnya.
Menurut Nita, Pemkab Sumbawa terus menempatkan penurunan stunting sebagai prioritas utama. Ia mencontohkan Gerakan Orang Tua Asuh Siaga Stunting sebagai salah satu program yang aktif berjalan. Kegiatan itu melibatkan Baznas dan PKK dalam memberikan bantuan sembako untuk keluarga yang termasuk kategori berisiko. “BAZNAS menyalurkan paket sembako, sementara DP2KBP3A memastikan keluarga penerima bantuan sudah melalui pendataan yang akurat,” tambahnya.
Ia juga memaparkan bahwa intervensi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) masih menjadi penopang berbagai kegiatan DP2KBP3A, termasuk Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Tim Pendamping Keluarga, serta layanan Keluarga Berencana. Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas keluarga dan meningkatkan Indeks Pembangunan Keluarga (I-Bangga).
Selain itu, DP2KBP3A tetap menjalankan edukasi kepada remaja dan keluarga melalui sosialisasi pencegahan pernikahan dini serta penyuluhan kesehatan reproduksi, bekerja sama dengan Kementerian Agama dan lembaga mitra.
Nita berharap seluruh upaya yang dilakukan bersama lintas sektor dapat memberikan hasil optimal bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa kerja bersama antara pemerintah daerah, TPPS, BAZNAS, PKK, dan masyarakat akan membuat program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting berjalan lebih efektif,” Tutupnya.












Comment