Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Festival Hiu Paus akan digelar di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, pada 18–20 September 2025. Mengusung tema “Menguatkan Kearifan Lokal, Menyiapkan Generasi Menyongsong Masa Depan”, kegiatan ini dikemas dalam berbagai agenda seni, budaya, dan hiburan masyarakat.
Ketua Panitia, Musykil Hartsah, S.Pd, menyebut festival ini menjadi refleksi perjalanan tujuh tahun wisata hiu paus sekaligus evaluasi manfaatnya bagi masyarakat. “Agenda festival hiu paus merupakan upaya refleksi perjalanan tujuh tahun wisata hiu paus sekaligus memeriahkan. Kami juga ingin mengevaluasi sejauh mana dampak wisata ini bisa dirasakan oleh semua kalangan, bukan hanya kelompok tertentu,” ujarnya.
Rangkaian acara meliputi pergelaran seni dan budaya, jalan santai, lomba mewarnai hiu paus untuk TK/PAUD, pertunjukan bancarera, parade budaya, parade bagang hias, pesta kembang api dengan 1.000 letupan di langit Labuhan Jambu, serta penampilan musisi lokal.
Musykil menegaskan, hingga saat ini panitia belum mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah daerah meski proposal dan pemberitahuan kegiatan telah diajukan lebih awal. “Sampai sekarang belum ada kontribusi dari pemerintah daerah terhadap festival ini. Padahal kita tahu wisata hiu paus memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan mancanegara. Pemerintah seharusnya hadir, bukan abai terhadap peluang sebesar ini,” tegasnya.
Ia juga menyoroti minimnya keterlibatan pemerintah kabupaten dibanding instansi provinsi. “Justru yang terlihat berperan adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi. Seharusnya pemerintah kabupaten Sumbawa berdiri paling depan mendorong kemajuan pariwisata, bukan hanya menjadi penonton,” ujarnya dengan nada kritis.
Meski tanpa dukungan Pemerintah Daerah, festival akan tetap terlaksana berkat dukungan masyarakat, sponsor, donatur, dan pemerintah desa. “Dengan keterbatasan ini tidak membuat kami patah semangat. Festival hiu paus adalah harapan besar sekaligus bentuk pertanggungjawaban sosial kami sebagai pegiat pariwisata,” tambahnya.
Menurutnya, festival ini juga bertujuan menghapus anggapan bahwa pariwisata akan menggerus budaya lokal. Beragam kesenian ditampilkan untuk menunjukkan bahwa wisata hiu paus berjalan seiring dengan pelestarian tradisi.
Lebih jauh, Musykil menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Labuhan Jambu. “Kami berharap anak-anak di desa ini dipersiapkan dengan kemampuan berbahasa Inggris. Target saya, Labuhan Jambu bisa menjadi kampung Inggris,” jelasnya.
Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk menetapkan Festival Hiu Paus sebagai agenda tahunan demi menjaga budaya sekaligus mengangkat pariwisata Sumbawa. “Pemerintah daerah harus berhenti memandang sebelah mata wisata hiu paus. Potensi besar ini harus difasilitasi, bukan diabaikan. Kalau serius, pariwisata Sumbawa bisa bersaing dan menjadi magnet wisatawan mancanegara,” pungkasnya.












Comment