Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Genjot Literasi, Dispusip Sumbawa Targetkan Perbaikan Indeks IPLM

Genjot Literasi, Dispusip Sumbawa Targetkan Perbaikan Indeks IPLM

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sumbawa pada tahun 2024 tercatat sebesar 57,04 poin. Angka ini menempatkan Sumbawa pada kategori Sedang, berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

IPLM sendiri mengukur capaian literasi masyarakat melalui sejumlah indikator, antara lain pemerataan layanan perpustakaan, ketersediaan koleksi bacaan, jumlah tenaga perpustakaan, tingkat kunjungan masyarakat, hingga partisipasi dalam berbagai kegiatan literasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumbawa, Abu Bakar, S.Sos., M.Si melalui Sekretaris Dinas, Fikri, S.KM, saat diwawancarai mengatakan pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan literasi masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui program pembinaan dan lomba.

A. Program Peningkatan Literasi

Dispusip Sumbawa telah menyiapkan 7 program unggulan di tahun 2025, terdiri dari 3 kegiatan pembinaan dan 4 lomba. Program tersebut mencakup lomba bertutur, lomba video konten literasi, bimbingan teknis kepenulisan berbasis budaya lokal, lomba menulis resensi tingkat SMP dan SMA, bimtek literasi informasi, bimtek membaca nyaring, serta lomba perpustakaan desa.

H. Zohran Desak Pembentukan Tim Terpadu untuk Genjot PAD 2026, Target Rp300 Miliar

Menurut Fikri, sebagian besar program sudah terlaksana, sementara bimtek membaca nyaring dijadwalkan berlangsung Oktober 2025, dan lomba perpustakaan desa saat ini masih dalam tahap pendaftaran. Seluruh kegiatan tersebut didukung oleh anggaran Rp600 juta yang bersumber dari DAK Non Fisik Tahun 2025.

Selain program yang telah dijalankan, pihaknya juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di Kabupaten Sumbawa. Langkah ini bertujuan menumbuhkan minat baca sejak dini dan memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.

Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala. Salah satunya adalah rendahnya partisipasi dalam lomba perpustakaan desa. “Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh kecamatan untuk diteruskan ke desa-desa, tetapi sampai saat ini baru satu desa yang mendaftar. Untuk itu, kami menegaskan agar pihak kecamatan dan desa segera merespon, karena program ini sangat penting dalam upaya peningkatan literasi masyarakat,” jelas Fikri.

B. Tindak Lanjut Surat Perpusnas

Selain fokus pada program literasi, Dispusip Sumbawa juga siap menindaklanjuti surat dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terkait usulan calon penerima Bantuan Bahan Bacaan Bermutu Tahun 2026. Dalam surat tersebut, pemerintah daerah diminta segera mengusulkan perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, dan rumah ibadah sebagai penerima bantuan paling lambat 25 Oktober 2025.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

“Kami akan menindaklanjuti sesuai ketentuan Perpustakaan Nasional, dan berharap seluruh elemen masyarakat, organisasi mahasiswa, pemuda, serta komunitas baca dapat bekerjasama untuk mendukung penguatan budaya literasi,” ujarnya.

C. Harapan Dukungan Pemda

Di sisi lain, Dispusip Sumbawa juga menyampaikan harapan dukungan dari Pemerintah Daerah, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana. Salah satu masalah yang menjadi sorotan adalah kondisi halaman dari gerbang masuk hingga area parkiran di kantor Dispusip.

“Kondisi halaman dari gerbang masuk sampai parkiran saat ini sangat berdebu. Hal ini memengaruhi kenyamanan pengunjung, baik masyarakat umum, mahasiswa, maupun pemuda yang datang. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan,” ungkap Fikri.

Pihaknya menegaskan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran perbaikan halaman tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas fasilitas akan berdampak langsung pada meningkatnya minat baca dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah.

Cadangan Beras Pemerintah Daerah Sumbawa Masih di Bawah Kebutuhan Renstra 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page