Sumbawa Besar, Merdekainsight.com – Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., bersama Kasat Intel menerima silaturahmi Jasardi Gunawan, Ketua Cabang Benteng Balada Indonesia sekaligus anggota Dewan Kehutanan Nasional (DKN) pada senin, 22 September 2025. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Jasardi menyampaikan sejumlah catatan penting terkait hukum, keamanan, serta isu lingkungan di Kabupaten Sumbawa.
Jasardi menyoroti sejumlah kasus hukum yang hingga kini masih belum tuntas, termasuk perkara yang sudah bergulir sejak tahun 2021. Salah satunya adalah kasus Ahmad bin Kambek, pensiunan Polisi Militer, yang menurutnya perlu segera mendapat kepastian hukum.
“Kasus-kasus yang mangkrak harus dipercepat prosesnya. Jangan sampai berlarut-larut dan menimbulkan ketidakpastian di masyarakat,” tegas Jasardi.
Selain persoalan hukum, Jasardi juga menekankan pentingnya langkah cepat dalam meminimalisir potensi konflik, terutama konflik lahan yang rawan muncul di musim tanam. Ia mencontohkan konflik antara warga dengan PT. SBS yang belum menemukan titik terang, serta keberadaan PT. AMNT yang berpotensi mengancam situs pemakaman leluhur masyarakat adat.
“Pemerintah daerah harus mengevaluasi izin perusahaan yang berpotensi memicu konflik. Kehadiran investasi tidak boleh mengorbankan hak-hak masyarakat, terutama masyarakat adat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Jasardi menyatakan dukungan penuh terhadap Polres Sumbawa dalam memberantas narkoba dan tindak kriminal jalanan seperti begal. Menurutnya, narkoba adalah ancaman serius bagi masa depan generasi muda, sementara maraknya begal menimbulkan keresahan dan rasa takut di masyarakat.
Tak kalah penting, Jasardi juga menyoroti isu kehutanan. Ia mendorong penguatan Satgas Perlindungan Hutan untuk memberantas praktik ilegal logging dan ilegal mining, sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok tani hutan (KTH). Ia mengingatkan agar penetapan Hutan Batulanteh sebagai Geopark Dunia tidak sampai mengorbankan keberlangsungan hidup masyarakat adat.
“Keberadaan Satgas Perlindungan Hutan harus mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, sesuai target pemerintah yang mengambil 6% pertumbuhan ekonomi dari sektor kehutanan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sumbawa menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan masukan yang diberikan.
“Terima kasih sudah datang bersilaturahmi. Semua laporan yang disampaikan akan segera ditindaklanjuti, dan potensi-potensi konflik akan kami antisipasi sejak dini,” ujarnya.
Jasardi menutup pertemuan dengan mengajak semua pihak untuk terus menjaga kondusifitas daerah. “Kita harus bergandeng tangan demi keamanan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa,” pungkasnya.












Comment