Kesehatan Pemerintahan
Home / Pemerintahan / Kasus DBD di Sumbawa Capai 441 Sepanjang 2025, Dinkes Ajak Masyarakat Aktif Cegah Penyebaran

Kasus DBD di Sumbawa Capai 441 Sepanjang 2025, Dinkes Ajak Masyarakat Aktif Cegah Penyebaran

Sumbawa Besar, Merdekainsight.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa mencatat sebanyak 441 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Sumbawa menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi mencapai 104 kasus. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah, terutama memasuki musim penghujan yang berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, SKM., MPH., saat ditemui di kantornya, Selasa (02/12/2025), menyampaikan bahwa peningkatan kasus DBD perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat. “Tahun 2025 tercatat sebanyak 441 kasus DBD terjadi di Kabupaten Sumbawa. Kasus tertinggi terjadi pada bulan Februari sebanyak 130 kasus, sementara pada bulan lainnya berkisar antara 5 hingga 35 kasus,” ujarnya.

Sarip mengungkapkan bahwa kasus DBD tersebar di sejumlah wilayah, dengan rincian Kecamatan Sumbawa sebanyak 104 kasus, Unter Iwes 45 kasus, Lunyuk 34 kasus, dan Moyo Hulu 33 kasus. Sementara di wilayah lainnya seperti Orong Telu tercatat antara 1 hingga 24 kasus. “Bahkan hampir setiap minggu muncul 1 hingga 2 kasus DBD di Kabupaten Sumbawa. Beruntung, dari seluruh kasus yang terjadi tidak ada yang meninggal dunia,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kasus DBD di Sumbawa tahun ini lebih banyak dialami oleh anak usia prasekolah hingga remaja. Menurutnya, beberapa faktor turut memengaruhi peningkatan kasus, antara lain curah hujan yang tinggi, kepadatan permukiman, serta kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Sarip menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu langkah yang perlu diterapkan adalah gerakan Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di setiap rumah tangga. “Kami menekankan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan gerakan Jumantik dan selalu menjaga kesehatan. Dinas Kesehatan tidak mungkin bekerja sendirian, perlu dukungan dan kesadaran masyarakat agar kasus ini bisa diantisipasi bersama,” tegasnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa: Hentikan Target PAD dari Data yang Tak Riil!

Lebih lanjut, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh UPT Puskesmas di setiap kecamatan untuk memperkuat kegiatan penyadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. “Angka ini memang cukup memprihatinkan, tapi kami optimis bisa menekan kasus ke depannya. Kami telah menginstruksikan kepada seluruh puskesmas agar terus melakukan penyadaran dan mengingatkan masyarakat tentang tanggung jawab menjaga lingkungan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Sarip mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menekan angka DBD di Sumbawa. “Kita sangat berharap Kabupaten Sumbawa bisa menjadi daerah yang sehat dengan masyarakat yang sadar menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page